Banjir Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Butuh Rp 33 M untuk Bangun Kolong di Tengah Kota

Mengusung konsep konservasi air, kolam itu akan digunakan sebagai terminal air agar debit air tidak meluber terlalu besar ke pemukiman warga.

Pemkot Pangkalpinang Butuh Rp 33 M untuk Bangun Kolong di Tengah Kota
Bangkapos.com/Alza Munzi Hipni
Air yang merendam ruas Jalan Abdurahman Siddik, Kota Pangkalpinang atau depan Kantor Bangka Pos, Selasa (29/3/2016).

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ternyata Pemerintah Kota Pangkalpinang punya rencana dan Detail Engineering Design (DED) untuk mengatasi banjir, khususnya di kawasan Jalan Ahmad Yani. Namun rencana dan DED yang sudah disusun berdasarkan RTRW yang terbit tahun 2010 itu belum bisa terwujud karena terkendala anggaran.

Setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp 33 miliar untuk mewujudkan rencana dan DED yang berupa pembangunan kolam retensi di tengah kota tersebut. Dana itu diperlukan untuk pembebasan lahan dan pembangunan kolam.

Kasubid Perencanaan Wilayah Bappeda Pangkalpinang, Ikmanto mengatakan kolam retensi rencananya dibangun di kawasan Bukit Nyatoh, Kelurahan Kejaksaan.

Mengusung konsep konservasi air, kolam itu akan digunakan sebagai terminal air agar debit air tidak meluber terlalu besar ke pemukiman warga.

"Konsepnya konservasi air, ini memang untuk mengendalikan banjir, dasarnya tidak dibuat cor jadi air bisa meresap ke tanah. Kalau drainase kan untuk secepat mungkin ke air laut dengan saluran kecil ini bikin banjir, kalau kolam retensi ini saat hujan dia menampung dan ketika panas nanti masih menyisakan air tanah karena kan diresap, kalau sudah penuh saat normal itu dilepas pelan-pelan airnya sehingga gak terjadi genangan," kata Ikmanto saat ditemui Bangka Pos, Kamis (13/10) kemarin.

Dia menjelaskan kolam retensi akan menampung air dari kawasan Bukit Lama, Bukit Nyatoh, Kacang Pedang, dan Kejaksaan. Kolam ini menghambat air hujan tidak tumpah langsung ke Jalan Ahmad Yani Dalam yang saat ini selalu tergenang apabila hujan mengguyur cukup lebat dalam waktu satu hingga dua jam.

"Kawasan ini kan memang langganan banjir sehingga ini urgent untuk dibangun, normalisasi sudah memang masih banjir tapi mengurangi, pembangunan box calvert juga sudah. Makanya untuk dataran rendah dilakukan rekayasa dengan kolam retensi ini, jadi hitungannya berapa daya tampung airnya dengan debit berapa," jelasnya.

Menurunya DED dari pembangunan kolam ini sudah diselesaikan Dinas PU Pangkalpinang. Namun dia enggan menjelaskan perihal belum dibangunnya kolam retensi tersebut.

"DED nya sudah di PU, ini juga menjadi perhatian karena kan lahannya masih lahan warga. Perencanaannya itu RTRW Tahun 2010 kemudian 2014 kami survey, kami sudah pesan kepada bu camat dan lurah agar lahan ini kalau ada yang mau jual beli jangan diurus dulu karena kan kalau misalnya sudah dibangun nanti lebih besar lagi biaya pembebesannya," ujarnya.

Terkendala anggaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pangkalpinanng, Suparlan Dulaspar mengakui adanya rencana dan DED pembangunan kolam retensi seperti disampaikan Ikmanto. Namun rencana itu belum terealisasi karena terkendala dana untuk pembebasan lahan.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved