24 Jam Pertama, Pasukan Irak dan Peshmerga Mulai Merebut Kota Mosul

Dalam 24 jam pertama pemerintah Irak memulai operasi militer merebut Mosul pada Senin (17/10/2016), militer Irak yang didukung pasukan Peshmerga

24 Jam Pertama, Pasukan Irak dan Peshmerga Mulai Merebut Kota Mosul
SAFIN HAMED / AFP
Pasukan Peshmerga menembakkan roket dari Gunung Zardak, 25 kilometer dari Mosul, sebagai bagian dari dukungan mereka kepada pasukan Irak yang bergerak untuk merebut kota terbesar kedua di negeri itu dari tangan ISIS 

BANGKAPOS.COM, BAGHDAD -- Dalam 24 jam pertama pemerintah Irak memulai operasi militer merebut Mosul pada Senin (17/10/2016), militer Irak yang didukung pasukan Peshmerga sudah meraih sejumlah kemajuan.

Lebih dari 200 kilometer persegi wilayah direbut dari ISIS setelah pasukan Peshmerga merebut tujuh desa di sebelah timur kota Mosul.

Sementara di sisi selatan Mosul, angkatan darat Irak merebut dan membersihkan 20 desa dari tangan ISIS. Demikian keterangan para perwira Irak dan Kurdi.

Kawasan pedesaan itu sebagian sudah ditinggalkan penduduk tetapi masih dipenuhi bom dan ranjau darat serta serangan pasukan bom bunuh diri.

Meski demikian Pentagon menilai, kemajuan operasi militer ini jauh lebih cepat dari yang direncanakan dan di beberapa titik pasukan Irak hanya berjarak 20 kilometer dari batas kota Mosul.

Pertempuran berat di hari pertama, jet-jet dan helikopter tempur koalisi pimpinan AS membantu ofensif ini dengan menyerang posisi pasukan ISIS di sekitar Mosul.

Di malam hari, ISIS membalas dengan melancarkan serangan terhadap tank dan kendaraan lapis baja militer Irak.

Pada Selasa (18/10/2016), pasukan Peshmerga menahan gerak majunya sembari memperkuat posisi di wilayah Khazer sementara pasukan penjinak bahan bom mencoba membersihkan kawasan sekitar dari berbagai jebakan.

Lebih dari 30.000 personel angkatan darat Irak dan Peshmerga dimobilisasi sebelum fajar menuju Mosul, sementara 8.000 tetara ISIS menunggu di kota yang sudah dua tahun mereka duduki.

Selama dua tahun ini, ISIS mempersiapkan berbagai cara untuk mempertahankan Mosul misalnya membangun terowongan bawah tanah, parit pertahanan serta memasang peledak di jalanan dan jembatan.

Meski demikian, koalisi milisi Syiah, milisi suku-suku Sunni, Peshmerga dan AD Irak berharap mereka bisa mencapai batas kota Mosul dalam waktu dua pekan. (*/Independent,)

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved