Breaking News:

Superman Tak Bisa Selamatkan Ilham dari Dasar Laut Akibat Kecelakaan Tambang

Rekan sesama penyelam dan pekerja yang berada di atas ponton sempat memberikan pertolongan, namun nahas,

Editor: Hendra
Bangka Pos / Riyadi
Beberapa ponton TI apung ilegal Sungai Perimping yang ditarik untuk dieksekusi oleh Tim Gabungan dari Polres Bangka, Polsek Riausilip, Satpol PP Pemkab Bangka dan Personil Babinsa Riausilip, Kamis (18/2/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) Apung kembali memakan korban jiwa.

Kali ini kecelakaan kerja menimpa Ilham Maulanan alias Ilham, warga Desa Semulut, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Penyelam berusia 23 tahun itu, tewas setelah tertimbun tanah saat menyemprot dinding tanah di dasar laut, saat menambang di perairan Desa Semulut, Paritiga, Selasa (18/10).

Rekan sesama penyelam dan pekerja yang berada di atas ponton sempat memberikan pertolongan, namun nahas, nyawa korban tak tertolong.

"Korban mati lemas tertimbun tanah saat sedang menyemprot dinding di dasar laut. Sebelumnya korban dinaikan ke atas ponton tapi nyawanya tidak tertolong," ungkap Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono mewakili Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi, Rabu (19/10).

Sebelum ditemukan tewas, korban bersama dua rekannya Deni dan Izhar baru saja selesai istirahat dan santap siang di atas ponton. Korban lalu kembali menyelam ke dasar laut.

Tak beberapa lama, penyeleman ponton lain Supermen alias Amin naik ke atas permukaan memberi tahu bahwa korban tertimbun tanah.

"Usai makan siang, korban meyelam dan menyemprot lagi. Tak beberapa lama, penyelam lain melapor ke atas ponton bilang kalau korban sudah tak bernyawa. Mereka kemudian melakukan evakuasi beramai-ramai," kata Alam.

Setelah diangkat ke permukaan, korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat untuk dimandikan dan dikebumikan pihak keluarga.

Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Korban diduga tewas kehabisan nafas terkena timbunan dinding tanah. Meski begitu, polisi terus mendalami kasus tersebut.

Termasuk memeriksa saksi-saksi dilokasi kejadian.

"Usai dievakuasi, jenazah lalu diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. Saat ini kami kasus kematian tersebut masih kami dalami. Beberapa saksi sudah kami panggil. Sejauh ini dugaan sementara korban tewas murni kecelakaan kerja, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," pungkasnya. (L3)

Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved