Terlalu Banyak Izin Tambang, Pemerintah Sulit Mengawasi Perusahaan Melakukan Reklamasi

belum ada perusahan pemegang IUP belum melakukan reklamasi, hal ini tentu membingungkan, sebab pemerintah daerah lah

Terlalu Banyak Izin Tambang, Pemerintah Sulit Mengawasi Perusahaan Melakukan Reklamasi
IST
Bambang Herdiansyah 

Pernyataan gubernur ini menjelaskan kondisi riil saat ini. Perusahaan-perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan khususnya pertambangan timah di Bangka Belitung, masih belum melaksanakan kewajibannya yaitu melakukan kegiatan reklamasi.

Perlu diketahui bahwa kegiatan reklamasi merupakan kewajiban pelaku usaha pertambangan, dan melalui kegiatan reklamasi ini, diharapkan akan mampu memperbaiki ekosistem yang rusak sehingga dapat pulih, mendekati atau bahkan lebih baik dibandingkan kondisi semula.

Tatacara tentang pelaksanaan reklamasi itu sendiri sudah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang.

Pasal pasal yang terdapat didalamnya sangat jelas mengatur tatacara tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang, yang merupakan kewajiban pelaku usaha pertambangan setelah melakukan kegiatan usaha pertambangannya.

“Kan aturan pelaksanaan reklamasi itu sendiri sudah jelas. Diatur di Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010 tentang reklamasi dan Pasca tambang. Termasuk pemberian sanksi kepada pemegang IUP yang tidak melaksanakan kewajibannya,” kata Bambang.

Pelaksanaan reklamasi wajib dilakukan perusahaan pemegang IUP paling lambat 1 (satu) bulan setelah tidak ada kegiatan usaha pertambangan pada lahan terganggu.

Kemudian kata Bambang, perusahaan pemegang IUP wajib menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan reklamasi setiap 1 (satu) tahun kepada Menteri, Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangan masing-masing disusun sesuai dengan pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Reklamasi yang diatur undang-undang yang berlaku. (can)

Penulis: Hendra
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved