Anak Muda Meraup Omzet Ratusan Juta dari Kuliner Unik

Ini bukan sembarang ruangan. Ini adalah salah satu rumah makan unik di Jalan Bengawan Bandung yang dinamai Pepo Appetite.

Anak Muda Meraup Omzet Ratusan Juta dari Kuliner Unik
Foodnote Bandung
Ilustrasi

“Awalnya kita jualan hanya konsentrasi sama dessert. Dessert itu, orang identiknya dengan es. Padahal banyak juga desert hangat, tapi orang akan langsung, dessert itu es. Gitu. Jadi kita langsung berpikir apa ya yang nyambung sama es. Tadinya mau polar bear tapi kayaknya udah banyak deh yang ambil polar. Jadi deh penguin. Penguin pop (Pepo),” cerita gadis yang akrab dipanggil Opi itu.

Opi mendirikan Pepo bersama sang kakak Melinda (32) dan dua sahabatnya, Harry Azhadin (26) dan Hasan Fikrie (27).

Pada awalnya, Pepo ini digagas oleh Opi dan Melinda yang berniat mendirikan usaha kuliner.

Opi menggaet Harry dan Hasan karena sama-sama memiliki ketertarikan di bidang kuliner.

Mereka pun telah berkawan cukup lama, yakni 10 tahun, sehingga sudah tidak perlu lagi saling mencocokkan diri dalam menjalankan bisnis mereka.

“Di pikiran aku yang sulit itu ngumpulin orang jadi partner kita berbisnis itu kan nggak bisa asal orang. Tapi ternyata itu mudah, karena ketika kita nemuin satu orang dan cocok, terus temenan juga udah lebih dari 10 tahun, udah kayak kakak-adek, ternyata gampang. Nah setelah dari situ nentuin konsep, itu susah banget. Nentuin menu apa aja yang mau kita concern, itu juga susah banget. Selama enam bulan awal itu kayak cukup menyiksa gitu,” kata Opi sambil tertawa.

Meskipun sama-sama memiliki ketertarikan pada bidang bisnis, Opi dan dua sahabatnya memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda.

Opi kuliah di jurusan Fotografi dan Film Universitas Pasundan (Unpas), memiliki pengalaman berteater sejak SMA, dan kerap menjadi event organizer dan wedding organizer.

Sementara itu, Harry adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga aktif berteater, dan Hasan calon pengacara sekaligus seorang penari (dancer).

Perbedaan latar belakang ini kadang menyulitkan mereka untuk membagi waktu dalam menjalani bisnis Pepo ini.

Meskipun demikian, Opi mengaku, komitmen adalah kunci agar bisnis mereka tetap berkembang meski masing-masing memiliki kesibukan lain di luar bisnis.

“Dari awal kita udah bikin komitmen kalau kita adakan empat orang di sini supaya jadi pilar. Ketika ada yang nggak bisa, yang lain bisa back up, intinya ke situ,” ujar Opi bersemangat.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved