Jumat, 10 April 2026

Peternak Yakin Hanya Pergub Solusi Nasib Peternak Ayam di Babel

maraknya indikasi flu burung di Babel saat ini, akibat dari kurangnya pengawasan dan regulasi yang mengatur soal peternakan ayam.

Editor: Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA, -- Peraturan Gubernur (Pergub) Babel atau Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kepulauan Babel menjadi satu-satunya harapan menyelamatkan nasib ribuan peternak ayam mandiri di Bangka Belitung.

" Satu satunya yang bisa menyelesaikan persoalan peternak ayam di Nabel hanyalah Pergub atau Perda. Kami berharap Pak Gubernur Babel mau memikirkan nasib para peternak di Babel ini," tegas Ichsan Mokoginta Dasin,Ketua Ikatan Peternak Kecil Ayam Pedaging (IPKAP) Bangka Belitung, Senin (24/10/2016) malam.

Menurut Ichsan, maraknya indikasi flu burung di Babel saat ini, akibat dari kurangnya pengawasan dan regulasi yang mengatur soal peternakan ayam.

Untuk itu, ia berharap Pemprov Babel segera mewujudkan adanya Pergub atau Perda tentang regulasi perternakan. Ichsan mengusulkan, isi pergub/perda meliputi, pertama Ayam dari luar (baik doc maupun life bird) tidak boleh masuk.

Sebab kalau masuk bisa mengancam kesehatan ayam di babel seperti halnya kasus flu burung di Babar saat ini.
Selain itu, masuknya ayam dari luar akan mengacaukan populasi ayam di Babel.

"Sehingga akan menyebabkan ayam 'banjir' dan harga kemudian anjlok. Kedua HET harus ditentukan, sehingga harga tidak lagi dimonopoli oleh investor tertentu. Selama ini yg menentukan harga adalah para investor. Peternak hanya gigit jari," tukas Ichsan.

Hal berikutnya yang penting, kata Ichsan, produksi doc yang dilakukan investor peternak di Babel, tidak boleh melebihi kebutuhan riil daging ayam di babel yakni sktr 30.000 ekor perhari. Jadi masing-masing investor ini hanya boleh memproduksi sekitar 1.100 box atau 110.000 ekor doc perminggu.

"Nah kalau regulasi seperti ini berjalan. Maka aman peternak. Dan usaha peternakan rakyat, yakin akan bangkit lagi," harap Ichsan.

Menurut Dia, jika Pemprov Babel jeli dan cepat tanggap, kasus flu burung di Babar dan Kabupaten Bangka sebenarnya tidak akan terjadi, jika sejak awal sudah dilakukan proteksi dengan cara tidak membiarkan ayam dari luar masuk babel.

"Ini akibatnya jika ayam luar bebas masuk Babel, sehingga wilayah kepulauan seperti Babel yang sudah terproteksi secara alami ini bisa tertular flu burung juga," tandasnya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved