Hati-hati, OJK Endus Ada Investasi Liar Mirip Dimas Kanjeng

OJK dan sejumlah instansi sudah membentuk Satuan Tugas Waspada Investasi agar aktivitas seperti Dimas Kanjeng tidak terjadi lagi di masyarakat.

Hati-hati, OJK Endus Ada Investasi Liar Mirip Dimas Kanjeng
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat untuk waspada jika menemui aksi penghimpunan dana masyarakat secara liar.

OJK menyatakan bahwa ada usaha penghimpunan dana yang mirip seperti yang dilakukan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur.

"Warga harus waspada pada investasi liar atau yang mirip-mirip yang dilakukan Dimas Kanjeng," kata Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan I Kantor Regional IV Jawa Timur OJK Triyoga Laksito pada forum diskusi media di Surabaya, Selasa (25/10/2016).

Ia mengatakan, OJK dan sejumlah instansi sudah membentuk Satuan Tugas Waspada Investasi agar aktivitas seperti Padepokan Dimas Kanjeng tidak terjadi lagi di masyarakat.

Baca: Muuaaahhhh, Ayu Ting Ting Ciuman Hot dengan Pria Ganteng

ayu dan robby
Robby Purba dan Ayu Ting Ting

Satgas tersebut beranggotakan personel dari Pemerintah Provinsi Jatim, Polda Jatim, Kejaksaan Tinggi Jatim, dan Kementerian Agama Jatim. Satgas ini dibentuk untuk meningkatkan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Untuk kasus Dimas Kanjeng, saat ini OJK tidak banyak berperan karena kasus itu sedang ditangani secara hukum oleh Polda Jatim.

"Kita hanya berupaya agar kasus seperti Dimas Kanjeng tidak terjadi lagi di Jatim," ujarnya.

Dimas Kanjeng saat ini ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim dalam kasus penipuan. Sejumlah korbannya melaporkan kerugian setelah menjadi pengikut Dimas Kanjeng, dari yang bernilai ratusan juta sampai ratusan miliar rupiah.

Baca: Aksi Mesum Muda-mudi Ini di Atas Motor Bikin Orang Geleng-geleng Kepala

mesum2
Pasangan muda-mudi ini melakukan hal tak senonoh sambil berkendara di atas motor.

Dimas Kanjeng menjanjikan bahwa setelah pengikutnya membayar mahar, dana mereka akan bertambah secara gaib dari berbagai benda yang diberikan kepada pengunjung.

Polda Jatim saat ini tengah mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dari aktifitas penipuan Dimas Kanjeng.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved