Breaking News:

Ki Enthus Tetap Berkarya Selama di Penjara, Kini Wayang Buatannya Ditawar Hingga Ratusan Juta

Ada berbagai karakter pewayangan seperti Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Raja Dangdut Rhoma Irama hingga Presiden AS Barack Obama.

jateng.tribunnews.com
KAMPUNG BUDAYA - Gelaran Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlangsung semarak dengan hadirnya karya-karya Ki Enthus Susmono di dunia pewayangan. Kampung Budaya Unnes berlangsung 26 Oktober hingga 2 November dibuka gratis. 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG- Gelaran Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlangsung semarak dengan hadirnya karya-karya Ki Enthus Susmono di dunia pewayangan.

BACA : Kopi Termahal di Dunia Ternyata Begini Cara Membuatnya, Harganyapun Sampai Jutaan

Puluhan wayang golek berjajar rapi, menyambut tamu yang memasuki ruang pameran wayang karya Ki Enthus Susmono, Rabu (26/10).

Ada berbagai karakter pewayangan seperti Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Raja Dangdut Rhoma Irama hingga Presiden AS Barack Obama. Berbagai jenis wayang kulit dalam pigura juga dipajang di dinding-dinding arena pameran.
Di salah satu sudut, terdapat tulisan 'Silakan Selfie' yang berarti pengunjung bisa berfoto ria atau bergaya seolah menjadi dalang.

Wayang Ki Enthus
KAMPUNG BUDAYA - Gelaran Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlangsung semarak dengan hadirnya karya-karya Ki Enthus Susmono di dunia pewayangan. Kampung Budaya Unnes berlangsung 26 Oktober hingga 2 November dibuka gratis.

Dalam kesempatan tersebut Ki Enthus memamerkan ratusan karya mulai wayang kulit, wayang rai wong, hingga wayang golek.
"Lebih 1.400 wayang yang pernah saya buat. Beberapa karya terbaik dan berkesan saya tampilkan dalam pameran ini," terang Enthus kepada awak media yang hadir dalam pembukaan pameran.

BACA : Dua Tahun Joko Widodo Memimpin RI, Inilah 8 Kisah Unik Menurut Orang-orang Terdekat

Salah satu karya paling berkesan bagi pria yang juga Bupati Tegal tersebut adalah wayang yang ia buat ketika mendekam di penjara.

Pria 50 tahun ini pernah divonis dua bulan 15 hari oleh Pengadilan Negeri Tegal, dalam sidang perkara perusakan kantor Radio Citra Pertiwi Kabupaten Tegal. Enthus dinyatakan turut serta melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Ia memaksa melakukan siaran di kantor Radio Citra Pertiwi, yang saat itu sedang berhenti siaran, tanpa meminta izin dari pimpinan lembaga tersebut.
Terkurung di bui tidak menghentikannya untuk berkreativitas. Ada sembilan wayang yang sempat ia buat hingga akhirnya keluar dari hotel prodeo.

BACA : Netizen Banyak Gagal Fokus Lihat Video Goyang Pokemon Dewi Persik 

"Wayang-wayang yang saya buat di penjara sempat saya pamerkan juga di Amsterdam (Belanda). Ada yang menawar, kalau dirupiahkan sekitar Rp 100 juta saat itu, namun tidak saya lepas. Wayang itu memiliki histori bagi saya," bebernya.

Ki Enthus
KAMPUNG BUDAYA - Gelaran Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlangsung semarak dengan hadirnya karya-karya Ki Enthus Susmono di dunia pewayangan. Kampung Budaya Unnes berlangsung 26 Oktober hingga 2 November dibuka gratis.

Dalam kondisi terpuruk, jauh dari keluarga, ia membuat wayang melalui program binaan kerja (binker) yang difasilitasi pihak lembaga pemasyarakatan (lapas). Suatu program untuk menyalurkan kreativitas para napi. Dengan bahan terbatas, Ki Enthus berupaya tetap berkarya di dalam penjara.
"Banyak rekan-rekan napi yang membuat karya mulai melukis, membuat pot. Nah, kami saling bertukar bahan," terangnya.

Salah satu wayang yang ia buat di penjara adalah Gunungan Bui yang menggambarkan sosok di balik jeruji besi dan terikat rantai di tengah ornamen gunungan.
Menurut Enthus, wayang itu menggambarkan kesedihannya ketika di penjara. Satu hal yang Enthus sesali, ia tidak sempat menularkan ilmu pewayangan kepada sesama napi. "Saya keburu keluar," cetusnya.

Seorang pengunjung pameran, Inayatul Hikmah, mengaku takjub dengan karya-karya Ki Enthus. Mahasiswi Pendidikan Sastra Jawa ini menyebut, Ki Enthus merupakan sosok lengkap dalam dunia pewayangan. "Beliau mungkin satu-satunya dalang yang bisa memainkan wayang golek dan wayang kulit, juga bisa membuat wayang. Jumlah wayang yang sudah dibuat juga cukup banyak," terang gadis yang akrab disapa Ina tersebut.

Kampung Budaya Unnes mulai 26 Oktober hingga 2 November dibuka gratis. Ada juga seminar tentang Wayang Gagrak Tegal yang digelar pada Kamis (27/10), hingga pentas wayang kulit Gagrak Tegal dengan lakon Batara Kala oleh Ki Enthus.

"Saya penasaran dengan pentas Gagrak Tegal. Tadi Ki Enthus menjanjikan mulai dari gamelan, wayang, bahasa, suluk hingga gending semua akan menggunakan Gagrak Tegal," ungkap Ina. (tribunjateng/rival almanaf)

Editor: Dedy Purwadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved