Kawasan Konservasi di Pangkalniur Potensial untuk Padi Sawah

Ya bagaimana ketahanan pangan bisa terwujud, kalau lahan itu nggak boleh dibuka untuk sawah, apapun statusnya

Kawasan Konservasi di Pangkalniur Potensial untuk Padi Sawah
Bangkapos/Riyadi
Kawasan konservasi di Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kades Pangkalniur Agustino mengungkapkan, di areal konservasi yang tidak ada tegakan hutannya, lahannya ada yang ditanami padi oleh warga, tapi padi darat yang ditanam dengan sistem tugal.

Meskipun ditanami padi darat, tapi masyarakat tidak pernah berani mengolah tanah di kawasan konservasi, misalnya membuka sawah dengan alat berat.

"Lahan konservasi, sebenarnya potensial untuk sawah. Kami sudah beberapa kali mengajukan usulan, agar lahan itu bisa dialihfungsikan untuk kegiatan yang lebih produktif bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin," tandas Agustino kepada bangkapos.com Jumat (28/10/2016).

Sekdes Pangkalniur M Zaryadi mengungkapkan, Pemdes Pangkalniur memiliki program alokasi sawah untuk KK miskin.

Namun program itu belum terlaksana karena terkendala status lahan konservasi tersebut.

"Ya bagaimana ketahanan pangan bisa terwujud, kalau lahan itu nggak boleh dibuka untuk sawah, apapun statusnya kalau lebih memberi manfaat besar bagi masyarakat, sebaiknya berikan hak ke masyarakat agar bisa mengelolanya, jangan sampai masyarakat kami setiap musim kemarau hanya disibukkan memadam api di lahan konservasi itu," ujar Zaryadi.

Zaryadi menandaskan, jangan hanya gara-gara status kawasan, masyarakat tidak diberikan hak untuk mengelolanya, apalagi ini untuk mewujudkan ketahanan pangan dan untuk warga miskin.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved