Tagana Selamatkan Ratusan Korban Bajir di Rawa Bangun Pangkalpinang

"Lapor pak, di Kelurahan Rawa Bangun, telah terjadi banjir. Kurang lebih, sekitar 200 rumah telah terendam air. Mohon ditindaklanjuti,"

Tagana Selamatkan Ratusan Korban Bajir di Rawa Bangun Pangkalpinang
Bangkapos/Zulkodri
Sejumlah anggota KSB Kelurahan Rawa Bangun dan Tagana Kota Pangkalpinang, ketika melakukan evakuasi warga korban banjir dalam simulasi penangulangan banjir di kelurahan Rawa Bangun Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang, Jumat (28/10/2016). 

* Simulasi Penanggulangan Bencana oleh KSB

PANGKALPINANG, BN -- Warga Rawa Bangun, Taman Sari, Pangkalpinang panik, Jumat (28/10). Kawasan itu kebanjiran setelah Sungai Rangkui tidak dapat menampung debit air setelah hujan selama tiga hari berturut- turut melanda kota pangkalpinang.

Baca: 10 Penghuni Kos di Sungailiat Positif Narkoba, Seorang Desersi TNI Juga Ikut Terjaring

Tim Tagana Kota Pangkalpinang bergerak cepat setelah mendapat laporan. Air telah merendam sekitar 200 rumah di Kelurahan Rawa Bangun.

"Lapor pak, di Kelurahan Rawa Bangun, telah terjadi banjir. Kurang lebih, sekitar 200 rumah telah terendam air. Mohon ditindaklanjuti," lapor Ketua Kelompok Siaga Bencana Alam (KSB) Kelurahan Rawa Bangun yang juga merupakan masyarakat setempat.

Baca: Gelar Aksi Damai, Ribuan Orang dari Ormas Islam di Babel Tuntut Ahok Ditangkap

Situasi mencekam ini bukanlah kejadian sebenarnya. Cerita tersebut merupakan bagian dari simulasi tanggap bencana yang digelar KSB Keluahan Rawa Bangun.

Simulasi itu, dilaksanakan semirip mungkin dengan situasi bencana sebenarnya, untuk menguji kesiapan anggota KSP untuk menanggulangi bencana. Bahkan situasi dalam posko penanggulangan bencana pun dibuat semirip mungkin kejadian sebenarnya.

Dalam kegiatan peresmian sekaligus pelatihan dan simulasi penangulangan banjir di Kelurahan Rawa Bangun ini, dihadiri Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Adhy Karyono; Direktur Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang, Sadikin; Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra, Fitriyansyah; Kepala Dinas PU, Suparlan Dulaspar; Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa; dan sejumlah Ormas.

Adhy Karyono mengatakan, keberadaan KSB merupakan keniscayaan, karena ada 323 daerah di Indonesia yang beresiko tinggi rawan bencana.

"Sesuai dengan UU 24 2007 Pasal 28 penangulangan bencana harus dan efektif apabila melibatkan atau berbasis masyarakat langsung. Dengan terjunnya masyarakat langsung diharapkan dapat mengurangi dampak dan resiko terjadinya bencana," ujar Adhy.

Dikatakan Adhy, hingga saat ini, di Indonesia dari 90 lokasi, sudah terbentuk 424 KSB termasuk KSB Kelurahan Rawa Bangun yang baru terbentuk.

"Dari jumlah tersebut, baru 320an KSB yang dibiayai oleh APBD sisanya masih tergantung dengan APBN. Padahal kami ketahui dari target pengungsian 1 .300.000 kementerian maupun BNPB baru bisa tercover 20 persen saja. Sisanya dibantu oleh masyarakat kita yang banyak memiliki jiwa sosial," ungkap Adhy. (zky)

Editor: asmadi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved