Bekerja di Atas 40 Jam Seminggu Berisiko Stroke dan Serangan Jantung

Para peneliti mengatakan bahwa bekerja lebih dari 40 jam seminggu dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke dan serangan jantung.

Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Lancet Medical Journal mungkin membuat anda berpikir dua kali untuk mengambil lembur.

Para peneliti mengatakan bahwa bekerja lebih dari 40 jam seminggu dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke dan serangan jantung.

Tim dari University College London dan Umeå University di Swedia mempelajari 603.838 orang, dan menemukan bahwa mereka yang bekerja antara 41-54 jam memiliki 27 persen peningkatan risiko stroke, demikian dilaporkan ABC News.

Bahkan setelah mengendalikan risiko perilaku seperti merokok dan meminum alkohol, para peneliti menemukan bahwa ada 33 persen peningkatan risiko stroke bagi pekerja yang mengambil lebih dari 55 jam seminggu di kantor.

Kortisol, hormon yang terkait dengan stres, dapat menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh dan penyempitan dinding arteri dan pembuluh darah.

Untuk memerangi stres di kantor, para ahli merekomendasikan berdiri sementara saat sedang memegang telepon, bermeditasi, dan pergi untuk jalan-jalan sebentar.

Pengusaha juga perlu melakukan bagian mereka untuk memastikan kantor adalah zona bebas dari ketegangan.

"Ini tidak menghabiskan banyak jam," ujar Dr Roy Buchinsky yang tidak terlibat dalam penelitian ini kepada ABC News. "Ini adalah bagaimana kita menghabiskan waktu kita selama jam tersebut. Orang-orang diminta untuk berbuat lebih banyak dengan lebih sedikit sumber daya."

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved