Ketua Swissindo Ditangkap Terkait Dugaan Pemalsuan Sertifikat BI

Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda menetapkan ketua Swissindo Korwil Kaltim sebagai tersangka.

Ketua Swissindo Ditangkap Terkait Dugaan Pemalsuan Sertifikat BI
HO
Ketua Swissindo Kaltim saat dimintai keterangan oleh Kanit Jatanras Polresta Samarinda, Iptu Yusuf, Minggu (30/10/2016). 

BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Kepolisian bergerak cepat guna mengungkap kasus penipuan yang dilakukan oleh lembaga penjamin pinjaman, yakni Swissindo World Trust International Orbit, wilayah Kaltim.

Belum lama ini, jajaran kepolisian dari Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda telah menetapkan ketua Swissindo Korwil Kaltim sebagai tersangka.

Penetapan Ketua Swissindo Korwil Kaltim, atas nama Muhammad Ibnu Fatihah (44) itu, didasarkan terhadap bukti dan laporan yang masuk ke meja kepolisian.

Baca: 2.500 Orang di Pulau Bangka Terpikat Swissindo Tak Mau Bayar Utang Bank Termasuk PNS 

swissindo vs bank
Satu rumah di Pangkalpinang yang ditempeli dua pemberitahuan baik dari kreditor maupun Swissindo

Baca: 16 Oktober UN Swissindo Hadirkan Ketua MA Umumkan Pembebasan Beban Utang

Sejak sabtu (29/10/2016) kemarin, tersangka telah ditangkap oleh kepolisian dan langsung menjalani proses penyidikan.

Sebelumnya, pada tanggal 25 dan 26 Oktober, terdapat tiga pelapor yang masing-masing berasal dari perusahaan penyedia pinjaman (leasing), yang telah tertipu dengan sertifikat yang diberikan oleh tersangka.

Untuk diketahui, Swissindo mengklaim merupakan lembaga penjamin pinjaman, dengan menggunakan surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), dengan modus melunasi utang kliennya.

 Baca: Bule-bule Cantik yang Jatuh ke Pelukan Pria Pribumi

Baca: Pria Beristri dan Hanya Kerja Sebutan tapi Sukses Bikin Wanita Lain Klepek-klepek

Namun, dalam perjalananya, lembaga tingkat nasional ini ternyata menyalahi aturan, karena dinilai telah melakukan pemalsuan. Pasalnya dari keterangan yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihaknya sama sekali tidak pernah mengeluarkan surat berharga terhadap Swissindo.

BI maupun OJK telah menyatakan bahwa surat berharga yang digunakan Swissindo bukan dikeluarkan oleh BI, kendati disurat tersebut terdapat logo BI.

Baca: Pasti Akurat, Ini Tandanya Kalau Wanita Tidak Perawan Lagi

Baca: Ekspresi DJ Seksi Katty Butterfly Saat Diamankan Imigrasi 

DJ katty
DJ Katty Butterfly

Dan, sesuai dengan UU Perbankan, yang berhak mengeluarkan surat berharga (obligasi) atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI), hanyalah BI yang merupakan bank central negara.

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Iptu Yusuf menjelaskan, saat ini diketahui pelaku telah menggunakan surat berharga palsu tersebut ke sejumlah leasing untuk keperluan pribadi.

Baca: Model Cantik Ini Menangis, Waktu Bercinta dengan Suaminya Kartel Narkoba Dipenjara Dibatasi 

Emma Coronel
Emma Coronel

Diketahui, leasing yang telah melaporkan kerugian itu ke kepolisian, yakni leasing tempat salah satu keluarganya membayar angsuran mobil bernomor polisi KT 1679 NN.

"Jadi, kami sudah amankan mobil yang merupakan cicilan istrinya. Dia gunakan surat itu untuk melunasi tunggakan pembayaran mobil ke salah satu leasing," ungkapnya, Minggu (30/10/2016).

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved