Anton Medan Khawatir Insiden 98 Terulang, TNI Polri Kerahkan 18 Ribu Pasukan

Anton Medan menyebut ada indikasi perbuatan makar dan tindak kekerasan kepada kelompok etnis tertentu terulang kembali.

Anton Medan Khawatir Insiden 98 Terulang, TNI Polri Kerahkan 18 Ribu Pasukan
Glery Lazuardi/Tribunnews.com

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Ramdhan Effendi alias Anton Medan (59), menilai ada kegelisahan di masyarakat mengenai situasi saat ini.

Menurut dia, ada indikasi perbuatan makar dan tindak kekerasan yang ditujukan kepada kelompok etnis tertentu terulang kembali seperti tahun 1998.

Baca: Duh Artis yang Jadi Duta Pancasila Ini Obral Bohong Netizen: Lebih Cocok Duta Asusila 

zaskia obral bokong
Penyanyi dangdut Zaskia Gotik bergoyang saat seorang pria memegangi bokongnya

Oleh karena itu, dia meminta Kapolda Metro Jaya, Mochammad Iriawan dan jajaran mengamankan ibu kota.

"Kegelisahan, kami salah satu salah satu itu khawatir ada berbuat makar. Saya tak bicara Tionghoa atau tak yang iya masyarakat gelisah pedagang gelisah rakyat kecil gelisah saya pun gelisah maka saya minta jawaban dari Kapolda," ujar Anton Medan, kepada wartawan, Senin (31/10/2016).

Baca: Megawati: Apa Karena Ahok Mata Sipit Tidak Boleh Pimpin Indonesia 

Baca: Jokowi Angkat Bicara soal Rencana Ormas Islam Demo Tuntut Ahok 

Baca: Ini Reaksi Ahok soal Rencana Demo Ormas Islam

Kegelisahan anggota masyarakat itu disampaikan kepada Anton Medan.

Atas dasar itu, dia menilai perlu menyampaikan hal tersebut kepada Kapolda Metro Jaya dan jajaran.

"Justru kegelisahan itu mereka curahkan kepada saya termasuk saya gelisah bangsa ini mau jadi apa sih maka kami harus percaya kepada aparat kepolisian sebagai penegak hukum maka saya datang ke sini," kata Anton Medan.

Baca: Nikahi Dua Wanita Sekaligus, Pria Ini Bikin Iri Kaum Bujang 

nikahi dua wanita
Pernikahan satu pria dengan dua wanita sekaligus di Lombok Tengah bulan Oktober 2016.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Ramdhan Effendi alias Anton Medan (59), mendatangi Mapolda Metro Jaya, pada Senin (31/10/2016) siang

Tujuan kedatangan Anton Medan bertemu dengan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan. Dia ingin berdiskusi mengenai aksi unjuk rasa, pada Jumat (4/11/2016).

Baca: Nisan Makam Wayan Mirna Salihin Tiga Kali Berubah

Massa berasal dari gabungan Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved