Dirut LPDB Minta Disperindag dan DKP Proaktif Sosialisasikan Kredit Dana Bergulir ke Masyarakat

Untuk target pemanfaatan dana pinjaman LPDB yakni nelayan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani agar bisa mendapatkan bantuan

Dirut LPDB Minta Disperindag dan DKP Proaktif Sosialisasikan Kredit Dana Bergulir ke Masyarakat
bangkapos.com/Nurhayati
Dirut LPDB H Kemas Danial bersama Direktur Jamkrida Babel Erlan Hadi Susanto, Pimpinan Cabang Bank BRI Sungailiat Mohamad Amalo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Ahmad Sapran, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Bangka Safarudin saat melakukan sosialisasi pembiayaan kepada nelayan dan pedagang, Senin (31/10/2016) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos., Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Pemerintah Kabupaten Bangka menginginkan masyarakat bisa mengakses dana bergulir sesuai dengan nawacita Presiden Joko Widodo.

Untuk target pemanfaatan dana pinjaman LPDB yakni nelayan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani agar bisa mendapatkan bantuan dalam pembiayaan permodalan dengan suku bunga yang sangat kecil dibanding dengan pinjaman lainnya.

"Lembaga Pengelola Dana Bergulir memberikan suku bunga yang sangat kecil. Bekerjasama dengan BRI ini mudah-mudahan dapat membantu para UKM tadi. Ini tujuan kami untuk membantu masyarakat di Kabupaten Bangka," jelas Dirut LPDB Kemenkop UMKM H Kemas Danial kepada bangkapos.com, disela–sela kegiatan sosialisasi penyaluran dana LPDB nelayan, UMKM dan koperasi, Senin (31/10/2016) di Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat.

Ia mengharapkan, dengan adanya pinjaman dana LPDB ini bisa membantu memperkuat usaha mikro kecil menengah, dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bangka.

Pihaknya mengalokasikan dana Rp 200 milyar melalui BRI. Namun diakui Danial sejak penandatanganan nota kesepahaman mou dengan bank tersebut, hingga hari ini animo masyarakat pelaku UMKM masih sangat kecil untuk mengajukan pinjaman dana bergulir ini.

"Kami ingin tahu apa sih permasalahan yang sebenarnya di lapangan ini. Staf saya akan menjelaskan tata cara mengajukan dana bergulir ini dengan benar, sehingga kita datang ke sini tidak hanya normatif saja, jadi uang ini harus dapat mengalir kepada teman-teman para pelaku UMKM ini," harap Danial.

Ia menilai kurangnya animo masyarakat memanfaatkan dana LPDB ini karena kurangnya sosialisasi dari dinas setempat mengingat pihaknya tidak memungkinkan untuk mengakomodir seluruh kabupaten tanpa bantuan dari pemerintah daerah khususnya Dinas Perindagkop UMKM dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka.

"Malah dinas koperasinya sendiri belum ada gerakan. Kami tidak mungkin dengan keterbatasan waktu melakukan sosialisasi per kabupaten seluruh Indonesia. Seperti dinas setempat kurang melakukan sosialisasi diwilayah ini, seharusnya bertanggung jawab dinas perindag dan koperasi inikan binaan mereka semua, bukan binaan LPDB. LPDB hanya memperkuat permodalan," kata Danial.

Untuk itu ia akan mengundang dua dinas tersebut ke pusat untuk mendapatkan penjelasan langsung dari LPDB terkait penyaluran bantuan dana agar paham untuk pembina UMKM ada strategi khusus. Dengan demikian UMKM juga sadar bahwa pemanfaat dana bergulir ini harus dikembalikan.

"Ini bukan hibah tetapi dana bergulir yang harus memenuhi persyaratan. Kalau tidak memenuhi persyaratan tidak mungkin kita berikan antara lain harus ada jaminan. Kalau nggak ada jaminan ini uang rakyat tidak boleh ada kegagalan. Gagal boleh asalkan gagal itu betul-betul karena usaha, tapi kalau disalahgunakan tidak boleh," tegas Danial.

Namun mengenai jaminan lanjutnya masyarakat tidak perlu khawatir karena dipermudah dimana fisik aset itu hanya 30 persen, sedangkan 70 persennya dijamin oleh lembaga penjamin.

"Yang penting usahanya produktif. Kalau masyarakat betul-betul ingin mengembangkan usahanya soal jaminan tak perlu khawatir," ungkap Danial.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved