Fadli Zon Sebut Apa yang Harus Ditakutkan dari Siaga Satu, Dua dan Tiga

"Kalau siaga itu kan orang bersiap-siap menghadapi segala macam kemungkinan. Saya kira bagus-bagus saja. Apa yang ditakutkan dari siaga satu, dua ..."

Fadli Zon Sebut Apa yang Harus Ditakutkan dari Siaga Satu, Dua dan Tiga
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, status Siaga I Polri dalam rangka Pilkada serentak 2017 sebagai hal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Baca: Jokowi dan Prabowo Bertemu, Ternyata Ini yang Mereka Bahas

Pelaksanaan Siaga I tersebut berlaku mulai Jumat (28/10/2016) sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Kalau siaga itu kan orang bersiap-siap menghadapi segala macam kemungkinan. Saya kira bagus-bagus saja. Apa yang ditakutkan dari siaga satu, dua tiga? Itu kan kayak orang banjir saja, banjir ketinggian sekian, siaga tiga, siaga dua," kata Fadli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2016).

Baca: Ahok Tampak Pasrah saat Dicium Wanita Ini dari Dalam Mobil

Pada 4 November 2016, rencananya akan diadakan unjuk rasa yang digelar beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menuntut proses hukum terkait pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyitir ayat di kitab suci Al Quran.

Terkait rencana unjuk rasa, menurut dia, tak perlu ada yang dikhawatirkan.

Baca: Beginilah Komentar Megawati Soal Aksi Demo 4 November

Fadli menilai, mereka yang ingin berunjuk rasa adalah pihak yang ingin menegakkan hukum dengan tuntutan yang wajar.

Unjuk rasa atau demonstrasi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari demokrasi.

"Indonesia sebagai negara demokrasi sudah biasa demo di depan Istana. Kalau zaman 1998 dulu ada demo baru sesuatu yang luar biasa. Sekarang biasa saja," kata Politisi Partai Gerindra itu.

Oleh karena itu, ia meminta agar penegak hukum memproses hukum Ahok dengan seadil-adilnya.

"Jadi tidak ada alasan mau demo-demo lagi," sambungnya.

Pasukan Brimob di seluruh Indonesia diminta siap menerapkan status siaga I untuk mengantisipasi gangguan keamanan dalam pemilihan kepala daerah serentak 2017.

Polri menyatakan, pengamanan di 101 wilayah yang menggelar Pilkada serentak memerlukan tenaga yang tidak sedikit. Sementara personel polisi di tiap daerah terbatas.

Penulis : Nabilla Tashandra

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved