Selasa, 7 April 2026

Massa dari Luar Daerah Diimbau Tak Ikuti Demo 4 November

Polisi mengimbau masyarakat dari luar Jakarta untuk tidak menghadiri aksi demonstasi pada Jumat 4 November 2016.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ormas Islam yang tergabung dalam berbagai elemen melakukan longmarch menuju Bareskrim Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (14/10/2016). Dalam aksinya mereka menuntut pihak kepolisian memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara hukum yang diduga melakukan penistaan agama. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Polisi mengimbau masyarakat dari luar Jakarta untuk tidak menghadiri aksi demonstasi pada Jumat 4 November 2016.

Aksi demonstrasi tersebut rencananya akan diselenggarakan di depan Istana Negara, Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengaku belum mendapat informasi pasti terkait massa yang akan datang dari luar daerah. Namun, dirinya akan berkoordinasi dengan polda-polda lainnya untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kami menyampaikan secara persuasif agar tidak mengerahkan massa. Tapi kembali lagi, kalau ada massa ke Jakarta ya kami tidak melarang, karena Indonesia negara demokratis," ujar Awi saat dihubungi, Selasa (1/10/2016).

Baca: 3 Demo Besar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Baca: Pemerintah dan Ulama Sepakat Tak Akan Beri Toleransi Memecah Belah Bangsa

Baca: Presiden Jokowi Ajak Seluruh Ulama dan Tokoh Agama Jaga NKRI

Meski tak melarang, Awi meminta agar massa tidak membawa barang berbahaya saat melakukan aksi unjuk rasa.

Pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak jika ada orang yang membawa benda-bendat tersebut.

"Kalau ada yang mencurigakan, membawa golok, senjata tajam, dan lain-lain akan dilakukan penyitaan," kata Awi.

Kepolisian bersama TNI akan menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan aksi demonstrasi yang rencananya berlangsung pada Jumat mendatang itu.

Demonstrasi tersebut merupakan aksi lanjutan dari aksi yang digelar pada 14 Oktober 2016.

Saat itu, demonstrasi digelar di depan Kantor Bareskrim dan Balai Kota DKI Jakarta untuk mengkritik kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved