Soal KIP Di Pantai Rebo, Bupati Tunggu Masukan Masyarakat

ia masih menunggu laporan dari camat dan kades mengenai masukan dari masyarakat terkait keberadaan KIP tersebut.

Soal KIP Di Pantai Rebo, Bupati Tunggu Masukan Masyarakat
Bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H. Tarmizi Saat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengatakan keberadaan operasional kapal isap produksi (KIP) di Pantai Rebo menunggu masukan dari masyarakat.

Untuk itu ia masih menunggu laporan dari camat dan kades mengenai masukan dari masyarakat terkait keberadaan KIP tersebut.

"Kalau masyarakat nolak bagaimana? Pemerintah ada ini karena masyarakat. Kita menunggu laporan dari pak camat dalam waktu dekat ini mungkin, dari kades, kita tunggulah bagaimana masukan dari masyarakat itu," jelas Tarmizi kepada bangkapos.com, Selasa (1/11/2016).

Menurutnya, semua terkait dengan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dan kepentingan daerah ini ke depan.

"Kalau bagi daerah-daerah yang tidak ada masalah, ada potensinya (timah-red) silahkan, tetapi untuk daerah yang akan kita kembangkan, daerah yang ada masalah dengan masyarakat saya rasa tidak bisa kita lanjutkan. Saya tidak bisa maksa juga," ungkap Tarmizi.

Disinggung mengenai sikap tegas Pemkab Bangka dan Pantai Rebo masuk kawasan ekonomi khusus, ia mengaku Pemprov Babel memang mengirimkan surat untuk meminta rekomendasi Pemkab Bangka terkait operasional KIP itu.

Namun Pemkab Bangka akan mengkaji mana daerah yang bisa diberikan rekomendasi atau tidak.

"Dari daerah Rambak kemudian Teluk Uber, Tanjung Pesona sampai ke Rebo jadi kawasan ekonomi khusus termasuk perikanan. Kalau kita ingin fokus membangun pertanian, pariwisata, KEK berjalan, perikanan berjalan untuk daerah-daerah itu sulit kita untuk rekomendasikan untuk ditambang, makanya kabupaten dan provinsi juga sama. Jadi visi pusat, provinsi dan kabupaten harus selaras," tegas Tarmizi.

Ia belum mengetahui pasti keberadaan KIP yang akan beroperasi di Pantai Rebo sudah ada izin atau belum. Dengan demikian perlu dicek dulu ada atau tidak perizinannya.

Pada kesempatan ini ia mengimbau kepada pihak perusahaan KIP jika tidak kondusif tidak perlu dilanjutkan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

"Kalau tidak kondusif terjadi masalah seperti di Riding Panjang ini tidak usah dilanjutkan saja daripada terjadi masalah di belakang hari," saran Mantan Sekda Bangka ini.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved