Hanya Ini yang Dilakukan BPOM Usai Terima Laporan Warga Terkait Obat Kedaluarsa

Iswadi malah mengaku pihaknya sama sekali tidak melakukan kunjungan maupun sidak ke apotik usai menerima laporan warga tersebut.

Hanya Ini yang Dilakukan BPOM Usai Terima Laporan Warga Terkait Obat Kedaluarsa
Bangkapos/Ryan Agusta
Sejumlah obat disita oleh BPOM Provinsi Bangka Belitung dari beberapa toko 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Selaku instansi yang berwenang dalam pengawasan obat-obatan dan makanan malah terkesan memberi 'kelonggaran' bagi pihak pengelola apotek yang diduga sengaja menjual obat-obatan kadaluarsa atau expired.

Hal tersebut terbukti ketika bangkapos.com mencoba mengkonfirmasi pihak Badan Pengawasan Obat-Obatan dan Makanan Provinsi Bangka Belitung (BPOM Provinsi Babel) yakni melalui Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Provinsi Babel, Iswadi terkait laporan seorang konsumen Toni.

Dia sempat memprotes pihak pengelola apotek K24, jalan Mesjid Jami, Kota Pangkalpinang lantaran persoalan pembelian obat diduga sudah kedaluarsa masih dijual oleh pengelola apotek setempat (K24),

"Apakah baru-baru ini ada laporan dari seorang warga (konsumen--red) soal apotek K24 di kawasan jalan mesjid Jamik Pangkalpinang diduga sengaja menjual obat yang sudah expired?," tanya bangkapos.com kepada Iswadi atau melalui nomor ponselnya, Rabu (2/11/2016) sore itu.

Saat ditelepon Iswadi awalnya ia tak menampik jika pihak BPOM Provinsi Babel, Selasa (1/11/2016) sempat menerima laporan dari seorang konsumen bernama Toni yang melaporkan kejadian pihak apotek K24 itu kedapatan menjual obat sakit jantung (Maitate 2.5 gram) sudah expired.

"Konsumen itu bernama Toni sempat melaporkan ke pihak kita (BPOM Provinsi Babel--red)," katanya.

Selanjutnya bangkapos.com pun kembali menanyakan perihal tindak lanjut atau langkah yang dilakukan pihak BPOM Provinsi Babel usai menerima laporan dari konsumen itu.

Sebaliknya Iswadi menjelaskan jika menurutnya kejadian apotek K24 diduga sengaja menjual obat expired kepada konsumen itu belumlah dianggapnya bukanlah suatu tindakan pelanggaran hukum, namun menurutnya obat (Maintate) itu justru masih bisa digunakan namun terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian oleh pihak produsen dan bukan langsung dijual meski masih ada masa batas waktu pemakaian.

"Kejadian itu belum bisa kita katakan bentuk pelanggaran hukum. Tapi obat biasanya masih digunakan bahkan selama 5 tahun masih bisa digunakan dengan catatan perlu pengujian lagi dari pihak produsen obat tersebut dan setiap obat itu tergantung bahan-bahannya sehingga masa layak pemakaiannya pun berbeda-beda," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved