Pecinta Kucing Jadi Tersangka Setelah Curhat di Medsos

Fatkhur Rohman dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan saat ini bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pecinta Kucing Jadi Tersangka Setelah Curhat di Medsos
Kompas.com
Fatkhur Rohman 

BANGKAPOS.COM, YOGYAKARTA - Niat mencurahkan isi hati dan kekecewaan di media sosial Facebook terkait kematian kucing peliharaannya, Fatkhur Rohman justru jadi tersangka.

Pria yang akrab disapa Fatur ini dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan saat ini bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Fatur yang merupakan relawan Jogja Domestic Cat Lovers (JDCL) ini pun mendatangi Kantor LBH Yogyakarta, Rabu (2/10), untuk meminta pendampingan terkait kasus yang dialaminya.

Dia menceritakan, awalnya pada 18 Agustus 2015 lalu pergi ke Klinik Naroopet di Jalan Solo Km 10,5 Kalasan, Sleman. Ia datang untuk mencukur bulu kucing yang diberi nama Boy. "Di klinik saya hanya ingin memotong bulu saja," ujar Fatur.

Baca: Tatapan Si Kecil Sebelum Bima Chakti Berpulang Bikin Haru

bima3
Bima Chakti Firmansyah semasa hidup bersama putranya Barra, dan istrinya Nizma (kanan)

Ia mengungkapkan, saat di klinik itu dirinya sempat berkonsultasi mengenai kondisi mata kucingnya. Tanpa diagnosa ataupun analisa, kucing peliharaannya langsung ditangani oleh dua orang yakni Laili Choiriyah dan Sri Dewi Syamsuri dengan mencukur bulu mata.

"Dua tiga hari setelah itu mata kucing itu iritasi parah dan membusuk. Saya bawa ke UGD RSH Soeparwi UGM," ucapnya.

Berdasarkan informasi dokter yang memeriksanya, mata Boy (nama kucing) memiliki kelainan yang merupakan penyakit mata kucing. Satu-satunya tindakan adalah dengan melakukan operasi. "Beberapa hari kemudian Boy tidak tertolong," tegasnya.

Baca: Raisa Dikabarkan Masuk Hotel Bareng Aktor Ganteng

Raisa
Raisa

Kekecewaan Fatur bertambah setelah mengetahui adanya informasi jika yang menangani kucingnya di Klinik Naroopet di Jalan Solo Km 10,5 Kalasan, Sleman diduga bukanlah dokter/paramedis/tenaga kesehatan hewan yang memiliki ijazah berkompeten.

Sri Dewi Syamsuri adalah pemilik klinik Naroopet tersebut. Rasa kecewa itu lantas dicurahkan lewat akun Facebooknya. "Saya awal sempat nulis status juga. Lalu tanggal 20 Februari 2016 saya menulis status di Facebook lagi, mencurahkan isi hati saya," tuturnya.

Di status facebooknya, Fatur menulis : #kembali_mengingat_tragedi_si_Boy Ini slah 1 bukti kalo yang nanganin kucingku ternyata bukan dokter. Hanya orang gila yg sok2an berlagak pinter. Bagi pendukung tu klinik, kalian sama aj, sampaaaah... Berpendidikan tetapi ternyata, Nool...Bego kabeeeh. Apapun yg ak posting dulu berdasarkan fakta Bukan mencemarkan nama baik atau mencari sensasi/pencitraan semata.

Baca: Siswi SMA Diperkosa Tiga Pemuda, Pelaku Rekam Adegannya

Baca: Baru Kenal Wanita Bersuami Ini Mau Diajak Making Love

Baca: 5 Cara Alami Dongkrak Performa Mr P

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved