BREAKING NEWS

Pembuat Obat Palsu Ini Produksi Ribuan Obat Golongan G yang Tidak Bebas Beredar

Anggota Ditreskrimsus Polda Kep Bangka Belitung dan Balai POM Pangkalpinang juga mendapati sejumlah ribuan obat G yang harus mendapatkan resep dokter.

Pembuat Obat Palsu Ini Produksi Ribuan Obat Golongan G yang Tidak Bebas Beredar
Bangka Pos/Deddy Marjaya
Kapolda Babel Brigjen (Pol) Anton Wahono, Dirkrimsus Kombes (Pol) Pipit Rismanto, Kabid Humas AKBP Abdul Mun'im dan Kepala BPOM Pangkalpinang Rossy Hertati menggelar pengungkapan obat dan kosmetik ilegal, Kamis (3/11/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Saat dilakukan penggrebekan di rumah yang dijadikan gudang penyimpanan di kawasan Jl Abdul Somad Kampung Keramat Pangkalpinang tak hanya ribuan piece obat, kosmetika jamu dan suplemen ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

Anggota Ditreskrimsus Polda Kep Bangka Belitung dan Balai POM Pangkalpinang juga mendapati sejumlah ribuan obat daftar G yang harus mendapatkan resep dari dokter dan tidak boleh bebas beredar.

Setelah dicek dan didalami obat-obatan tersebut diracik dan dibuatkan kemasan baru oleh pelaku kemudian dipasarkan kembali.

Obat yang diracik masih dalam bentuk pil atau kapsul tersebut dibuat seolah untuk menyembuhkan penyakit.

Seperti sakit flu tulang, sakit rematik dan lainnya.

"Seharusnya peracikan dan penggunaan dosis obat harus dilakuikan oleh ahli dan bersertifikat," kata Kepala Balai POM Pangkalpinang Rossy Hertati saat gelar barang bukti Kamis (3/11/2016).

Kegiatan dilaksanakan di Polda Kep Bangka Belitung bersama Kapolda Brigjen (Pol) Anton Wahono, Dir Reskrimsus Kombes (Pol) Pipit Rismanto dan Kabid Humas AKBP Abdul Mun'im.

Barang bukti yang diamankan dari penggrebekan di Jalan Abdul Somad berjumlah ribuan buah dengan item produk antara lain kosmetik 53 item, obat tradisional dan suplemen 57 item dan 14 item obat-obatan dan bahan kimia tanpa izin edar.

Barang bukti ini diamankan di kantor BPOM Pangkalpinang.

"Ini merupakan kerjasama sama Polri dan BPOM berdasarkan nota kesepakatan tentang peningkatan kerjasam dalam rangka pengawasan dan penyidikan tindak pidana bidang obat dan makanan," kata Kapolda Brigjen (Pol) Anton Wahono.

Penulis: deddy_marjaya
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved