Pria Tua Dorong Istrinya yang Stroke dengan Kursi Roda demi Bertemu Ahok
"Saya mau ucapkan semoga sukses buat Pak Ahok. Sudah berkali-kali ganti gubernur, baru kali ini kasih perhatian ke rakyat kecil," kata pria itu.
BANGKAPOS.com - Seorang pria menghampiri calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua pada Pilkada DKI 2017, yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat Ahok berkunjung ke Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).
Pria itu bersama istrinya yang ia dorong dengan kursi roda berusaha untuk menghampiri Ahok.
Tak ada keluhan maupun aspirasi yang disampaikan.
Si pria hanya melontarkan sebuah harapan yang ia tujukan kepada Ahok.
Baca: Inilah Perintah sang Istri Setelah Ahok Diteriaki dan Dikejar-kejar di Rawabelong
Baca: Awalnya Warga Demo Ahok-Djarot tapi Setelah Diberi Penjelasan Malah Minta Foto Bareng
Baca: Imam Besar FPI, Habib Rizieq Ungkap Dana Aksi 4 November dari Allah yang Maha Kaya
"Saya mau ucapkan semoga sukses buat Pak Ahok. Sudah berkali-kali ganti gubernur, baru kali ini kasih perhatian ke rakyat kecil," kata pria itu.
Pasangan suami istri itu belakangan diketahui bernama Toyib (65) dan Sani (58). Keduanya sudah tinggal di kawasan tersebut sejak 1990.
Ahok yang sebelumnya sibuk melayani permintaan foto dengan warga tampak langsung teralihkan perhatiannya pada Toyib dan Sani. Ahok lalu menanyakan kondisi kesehatan Sani.
Kepada Ahok, Toyib menjelaskan bahwa istrinya menderita stroke sejak empat tahun terakhir.
Baca: FPI Klaim 10.000 Orang Sudah Sampai di Petamburan
Ahok kemudian meminta Toyib agar segera membawa istrinya berobat ke rumah sakit dan mengganti kursi rodanya.
Ahok melihat kursi roda yang digunakan Sani sudah tidak layak pakai.
Sebagai jaminan, Ahok menyerahkan kartu namanya ke Toyib.
"Nanti Bapak SMS saya ya," kata Ahok.
Baca: Marshanda Jalan-jalan Cuma Pakai Bra Sudah Putus Urat Malunya
Baca: Zaskia Gotik Ajak Penonton Goyang Itik, Boleh Pegang Bokongnya yang Montok
Dalam kunjungannya ke Pejaten Timur, Ahok mendapat pengawalan sejumlah polisi yang membawa senjata pelontar gas air mata. Polisi juga membawa sejumlah tabung gas air mata yang dililitkan di badan mereka.
Meski mendapat pengawalan ketat, Ahok tampak tetap berkeliling mendatangi warga dari rumah ke rumah. Setiap menemui warga, ia selalu menyempatkan berdialog selama beberapa menit, seraya menanyakan keluhan warga.
Seperti biasa, ia juga melayani permintaan warga yang ingin berfoto bersama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pasutri-lumpuh-temui-ahok_20161103_230646.jpg)