Ikan Air Tawar Ridwan Kini Berkembang di Air Asin
Usaha ujicoba ini dia lakukan di sepadan muara laut, Lingkungan Nelayan II Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)...
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berbagai peluang bisnis bisa didapatkan, asalkan mau mencoba. Satu diantaranya budidaya ikan air tawar di air asin. Seperti yang dilakukan oleh Ridwan, Ketua HNSI Bangka.
Usaha ujicoba ini dia lakukan di sepadan muara laut, Lingkungan Nelayan II Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Usaha itu mulai dia coba, sekitar dua bulan lalu. Hasilnya memang belum kelihatan jelas, karena ikan belum dapat dipanen. Namun setidaknya, ikan air tawar ternyata bisa beradaptasi di air asin kadar salinitas 29 persen.
Ikan yang ia budidayakan, antara lain ikan nila dan gurami. Walau hanya sekitar 2.500 ekor, namun usaha ujicoba tersebut menarik minat banyak orang. Apalagi di muara laut pinggir pemukimaan tersebut, kondisi airnya relatif tenang, aman dan dekat dengan pemukiman.
"Saya bikin keramba ini menghabiskan modal sekitar Rp 15 juta, termasuk pondok dan perlengkapannya. Ikan yang ditebar sekitar 2.500 ekor untuk ujicoba," kata Ridwan, ditemui di kerambanya di sekitar Muara Laut Lingkungan Nelayan II Sungailiat, Sabtu (5/11/2016) petang.
Budidaya ikan air tawar ke air asin menurutnya, butuh proses. Sebelum ikan ditebar ke keramba air asin, harus dilakukan adaptasi benih lebih dulu. Saat ikan masih kecil ditaruh dalam bak penampungan, perlahan-lahan ditetaskan air garam agar ikan mudah beradaptasi. Setelah beberapa lama dalam bak, ikan kemudian dipindahkan ke keramba di muara air asin.
"Kalau air laut itu kan tingkat salinitasnya 35 persen. Tapi kalau di tepi muara nelayan ini, salinitasnya hanya 29 persen. Kendalanya, proses perubahan salinitas yang agak susah, harus melalui proses aklimatisasi dengan media garam," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Wiilayah Kabupaten Bangka itu optimis.
Sementara keuntungannya memelihara ikan di muara laut kata Ridwan, petani tak perlu mengeluarkan biaya untuk beli lahan atau biaya alat berat buka kolam dan tambak. Keuntungan lain, ikan nila atau gurami yang dibudidaya di air asin, warnanya lebih mengkilat, bersih dan rasa anyir pada daging ikan dapat dikurangi.
"Kalau dipanggang ikannya akan berminyak, ikannya gemuk dan gurih," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/budidaya-ikan-air-tawar-di-air-asin-menggunakan-keramba-di-tepian-muara_20161105_184758.jpg)