Perang Saudara di Yaman Telah Menewaskan 7.000 Orang

Perang saudara di Yaman, yang telah berlangsung 20 bulan ini, telah menewaskan sedikitnya 7.000 orang dan hampir 37.000 orang terluka....

Perang Saudara di Yaman Telah Menewaskan 7.000 Orang
Reuters
Ali Mohammed al-Tawaari, bayi laki-laki berusia enam bulan yang menderita malnutrisi akut, menangis di sebuah rumah sakit di Sana'a, ibu kota Yaman. Foto diambil pada 30 Juli, 2015. 

BANGKAPOS.COM, SANAA -- Perang saudara di Yaman, yang telah berlangsung 20 bulan ini, telah menewaskan sedikitnya 7.000 orang dan hampir 37.000 orang terluka.

Baca: Buni Yani Ngaku Takut ke Luar Rumah, Ternyata Ini Penyebabnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hal itu pada Minggu (6/11/2016) malam, atau Senin (7/11/2016) pagi WIB, seperti dilaporkan Agence France-Presse.

Hingga 25 Oktober, "lebih dari 7.070 orang tewas dan lebih dari 36.818 terluka, menurut data dari fasilitas kesehatan," kata WHO.

Baca: Inilah Pesan Erwin untuk Antasari Azhari Jika Bebas 10 November

Menurut badan kesehatan dunia itu, sekitar 21 juta orang lainnya membutuhkan pelayanan kesehatan yang mendesak.

Yaman telah diguncang oleh pertempuran antara pemberontak Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi Arab Saudi sejak 26 Maret 2015.

Selain perang, WHO juga mengatakan, masyarakat Yaman telah didera oleh penyakit dan anak-anak menderita kekurangan gizi akut .

Baca: Ciuman Arsy yang Terakhir untuk Sang Nenek Bikin Terharu

Dalam pernyataan yang dirilis dari Sana’a, ibu kota Yaman, WHO mengatakan 2,1 juta orang telah terlantar akibat konflik.

Sebagian besar fasilitas kesehatan di seluruh negeri telah ditutup atau sebagian lagi masih berfungsi dengan segala keterbatasannya.

Negara paling miskin di Dunia Arab itu juga mengalami kekurangan dokter di hampir seluruh wilayah.

Upaya PBB untuk meyakinkan pihak-pihak yang bertikai untuk melakukan gencatan senjata dan memulai kembali perundingan perdamaian, sejauh ini telah gagal.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved