Polri Panggil Ketua MUI Terkait Kasus Ahok

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin akan dimintai keterangannya terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Polri Panggil Ketua MUI Terkait Kasus Ahok
Abba Gabrillin
Ketua MUI Maruf Amin, saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015). 

BANGKAPOS.COM, NUSA DUA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin akan dimintai keterangannya terkait dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamaalias Ahok.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, rencananya Maruf dimintai keterangan pada awal pekan ini.

"Beliau kalau berhalangan Senin, berarti Selasa. Mudah-mudahan tidak ada halangan," ujar Boy, di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Minggu (6/11/2016).

Baca: Ahok Diperiksa Pagi Ini Pukul 08.00 WIB

Baca: Ahok Siap Diperiksa Hari Ini

Baca: Gelar Perkara Kasus Ahok Kemungkinan Minggu Ketiga November

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Selain Maruf, masih ada lagi ahli agama yang akan dimintai keterangan.

Sebelumnya, Front Pembela Islam selaku pelapor mengajukan Ketua Umum FPI Rizieq Shihab sebagai saksi ahli dan sudah dimintai keterangan.

Selain itu, pekan ini masih ada proses permintaan keterangan terhadap pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, Muzakir, sebagai ahli agama.

Pekan lalu, Muzakir juga telah dimintai keterangan sebagai ahli yang diajukan FPI.

"Itu hanya melanjutkan karena belum tuntas. Beliau ada keperluan dan minta dilanjutkan paling tidak Rabu besok," kata Boy.

Baca: Seksinya Raisa, Celana Biru Menerawang di Balik Kemeja

Baca: Pria Ini Lamar Kekasihnya di Hadapan Buaya Lapar

Baca: Foto dan Video Demo 4 November Ini Bikin Hati Banyak Orang Tersentuh

foto demo
Foto-foto saat aksi Demo 4 November.

Senin pagi, Ahok akan dimintai keterangan sebagai terlapor dalam kasus ini.

Proses tersebut akan dilakukan di Kompleks Mabes Polri, Jakarta. 

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved