Siapa Sangka Mantan Pengangguran Ini Sekarang Raup Rp 100 Juta per Bulan

Siapa sangka, dari sering ngemol ini keduanya mendapatkan ide membuat kerajinan tangan Boneka Adat Nusantara (Bonara).

BNAGKAPOS.COM, SIDOARJO - Banyak alasan seseorang pergi ke mal. Mulai dari belanja, cari makan, cuci mata, hingga menghilangkan stres.

Sekitar 2010 silam, Andrie Rosmalina (43) dan Ernawati (43) tak lagi bekerja di bank. Kedua warga Sekardangan, Sidoarjo Kota, Jawa Timur, itu bingung mencari cara untuk kembali menghasilkan uang.

"Kami stres karena tak punya penghasilan lagi. Salah satu cara menghilangkan stres, kami berdua jadi sering ngemol (pergi ke mal)," kata Andrie saat ditemui di bengkel seninya Cika Handycraft, beberapa waktu lalu.

Hampir setiap hari, kedua sahabat ini ke mall untuk menghilangkan stres mereka. Siapa sangka, dari sering ngemol ini keduanya mendapatkan ide membuat kerajinan tangan Boneka Adat Nusantara (Bonara).

Baca: Keluarga Sudah Masak Besar, Antasari Azhar Batalkan Nazarnya

Baca: Ahok Tiba di Mabes Polri Disambut Tim Pemenangan

Baca: Foto dan Video Demo 4 November Ini Bikin Hati Banyak Orang Tersentuh

foto demo
Foto-foto saat aksi Demo 4 November.

Andrie menuturkan ia senang melihat mainan action figure. Bentuknya yang kecil dan terkadang terlihat imut ini cukup membuatnya terpaku menatap berlama-lama.

Namun, mainan action figure tersebut kebanyakan tokoh-tokoh komik Amerika ataupun Jepang.

"Kami berpikir, kalau ada action figure tapi pakai pakaian adat mungkin lucu juga. Dari situ akhirnya kami ciptakan bonara," kenangnya.

Secara otodidak, keduanya mencoba membuat action figure versi mereka. Akhirnya, sepasang bonara yang memakai pakaian adat Jawa Tengah berhasil dibuat.

Baca: Seksinya Raisa, Celana Biru Menerawang di Balik Kemeja

raisa
Celana warna biru mengintip di balik kemeja Raisa.

Ketika kali pertama dipromosikan di media sosial (medsos) mereka, responsnya langsung positif dan banyak yang memesan.

"Kami langsung kerepotan, karena yang pesan ingin juga pakaian adat lain. Sementara saat itu kami belum riset untuk membuat pakaian adat lain," sambungnya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved