Gara-gara Tulisan Ini, Bupati Beltim Laporkan LSM ke Polisi

Nono Wardoyo menyebutkan, terkait pencatutan nama, serta isi yang tertera dalam spanduk tersebut, secara pribadi, keduanya tidak terima.

Gara-gara Tulisan Ini, Bupati Beltim Laporkan LSM ke Polisi
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Subrata

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza, datang ke Polres Belitung Timur (Beltim), Selasa (8/11).

Kedatangan beliau terkait pemasangan spanduk yang mencatut namanya dan nama Anggota DPRD Belitung Timur, Koko Haryanto, dalam tulisan yang tertera di spanduk yang kini terpasang di depan kantor DPRD Beltim.

Adapun tulisan di spanduk yang dibuat oleh ketua LSM Fakta, yaitu; "Bung Koko, Kami butuh pekerjaan, jangan kebiri nasib kami yang makaan dari hasil tambang." dan tulisan "Beltim mau dibawa kemana, KOKO dan YUSLIH? Kemana....??? Beltim bukan punya mereka berdua,"

Kapolres Beltim, AKBP Nono Wardoyo, SIK, MH, membenarkan bahwa dari beberapa spanduk tersebut ada yang mencantumkan nama Yuslih dan Koko.

Dalam penyataannya, Nono Wardoyo menyebutkan, terkait pencatutan nama, serta isi yang tertera dalam spanduk tersebut, secara pribadi, keduanya tidak terima.

"Pada hari ini, sebagai warga negara, sebagai pribadi, beliau (Yuslih dan Koko) melaporkan kepada pihak kepolisian. Dan untuk laporan ini, diwakilkan oleh Pak Koko Haryanto," kata Nono.

Sebagaimana warga negara yang lain, Kepolisian Resor Beltim sudah menerima di SPK atas pengaduan tersebut. Selanjutnya, pihak kepolisian akan langsung melakukan penyelidikan, mengumpulkan alat-alat bukti yang ada.

"Baik itu dari keterangan saksi dan apa yang dipasang (spanduk) kemudian akan kita proses lebih lanjut," kata Nono.

Apakah laporan ini terhadap dugaan pencemaran nama baik dan atau perbuatan tidak menyenangkan?

Menurut Nono, ada kemungkinan arahnya ke pencemaran nama baik. Namun demikian, pihaknya akan mengorek apa yang disampaikan oleh saksi dan dan pelapor, yaitu Koko Haryanto, kepada pihak kepolisian.

"Bagitu pun saya (Kapolres Beltim), begitu pun kawan-kawan wartawan, sebagai pribadi kalau sudah merasa dicemarkan silahkan melapor. Hargai proses hukum dan tidak melakukan hal-hal di luar proses hukum.," jelasnya, sembari berharap fokus terhadap kasus dan tidak melebar kemana-mana.

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved