Penyidik Dalami Transkrip Rekaman Video Ahok

Penyidik fokus pada transkrip yang terdapat dalam rekaman video Ahok di hadapan warga Kepulauan Seribu yang diunggah oleh Buni Yani.

Penyidik Dalami Transkrip Rekaman Video Ahok
net
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat pidato di hadapan warga Kepulauan Seribu. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Analis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto menyatakan dalam pemeriksaan kasus dugaan penistaan agama penyidik berfokus pada transkrip yang terdapat dalam rekaman video Basuki Tjahaja Purnama di hadapan warga Kepulauan Seribu yang diunggah oleh Buni Yani.

"Dalam video asli ada kata "pakai" namun ditranskrip tidak ada kata "pakai". Substansinya sejauh apa, argumennya sejauh apa, itu akan kami nilai," kata Rikwanto seusai pemeriksaan Ahok di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Selain itu, kata dia, video yang diunggah Buni Yani tersebut memang mengalami perubahan karena dipotong durasinya.

"Memang diedit, dipotong. Kan durasinya memang cukup panjang sekitar 1 jam lebih dari video Pak Ahok di Kepulauan Seribu, namun diambil penggalannya saja. Nanti itu yang akan mengulas adalah ahli," tuturnya.

Baca: Buni Yani Sebut Pemprov DKI dan Media NKRI Pertama Kali Unggah Video Ahok

Baca: Buni Yani Ketakutan Diancam dan Diteror

Baca: Jubir FPI Sebut 80 Persen Saksi Akan Nyatakan Ucapan Ahok Tidak Bermasalah

Sebelumnya, dalam sebuah program "talkshow" yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta, Buni Yani, pengunggah pertama rekaman video Basuki Tjahaja Purnama di hadapan warga Kepulauan Seribu itu mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok dalam video hasil tayang ulangnya.

Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata "pakai".

Kombes Pol Rikwanto juga mengatakan pihaknya akan menggelar gelar perkara terbuka terkait dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama minggu depan.

"Rencananya minggu depan dan kalau minggu ini rencananya akan memeriksa saksi-saksi yang belum kami periksa. Minggu ini ada 8 orang lagi termasuk saksi pelapor yang akan diperiksa," katanya.

Baca: Cantiknya Shaloom Putri Wulan Gurito Bikin Kaum Cowok Meleleh

shaloom
Shaloom Razade, selebgram putri dari Wulan Guritno.

Menurutnya, gelar perkara terbuka akan dilakukan setelah pemeriksaan sudah selesai dan bisa dikumpulkan berkas pemeriksaannya.

"Insya Allah minggu depan, namun harinya belum ditentukan untuk gelar perkara itu," ucap Rikwanto.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved