Petani Lada Kesulitan Mencari Junjung

Petani di Desa Tebing kesulitan mencari junjung untuk penyangga tanaman lada karena hutan adat desa mereka berubah jadi hutan lindung.

Petani Lada Kesulitan Mencari Junjung
Bangkapos.com/Dok
Ilustrasi: Petani di Bangka mengikat batang lada pada kayu peyangga atau junjung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akibat hutan adat Desa Tebing Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat berubah status menjadi hutan lindung (HL), kini masyarakat petani sahang di desa setempat kesulitan mencari junjung atau kayu penyangga tanaman lada.

Sebelum statusnya berubah jadi HL, petani di Desa Tebing, cukup mudah untuk mendapatkan junjung dari hutan tersebut.

"Sekarang masyarakat nggak berani masuk hutan itu lagi, padahal dulu disitulah kami cari junjung, cari kayu bakar dan cari kayu untuk peramu rumah," kata pemuka masyarakat Desa Tebing Adi Putra kepada bangkapos.com Kamis (10/11/2016).

Mantan Kades Tebing ini mengemukakan, hutan adat Tebing adalah hutannya orang kampung.

Luas hutan kampung Tebing yang luasnya 125 hektar, kini sudah berubah status menjadi hutan lindung.

"Informasinya, yang mengusulkan jadi hutan lindung dari Bangka Barat, terus disetujui menteri. Kami dari masyarakat tidak tahu menahu proses tersebut," kata Adi Putra.

Penulis: riyadi
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved