Air Mata Haru, Anggota Tim Ini Lega Setelah Memerdekakan Toirun yang Dipasung di Tubir Jurang

Tim gabungan berhasil membebaskan Toirun (43) yang hidup dalam pasungan selama 25 tahun. Selama ini ia menderita gangguan jiwa....

Air Mata Haru, Anggota Tim Ini  Lega Setelah Memerdekakan Toirun yang Dipasung di Tubir Jurang
Surya/Didik Mashudi
Toirun (43), penderita gangguan jiwa, disekap keluarganya selama 15 tahun di tubir jurang di Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (10/11/2016). SURYA/DIDIK MASHUDI 

Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

BANGKAPOS.COM, TRENGGALEK -- Tim gabungan berhasil membebaskan Toirun (43) yang hidup dalam pasungan selama 25 tahun. Selama ini ia menderita gangguan jiwa.

Baca: Mau Pergi Sekolah, Siswi Berusia 11 Tahun Malah Dicabuli di Gubuk oleh Nelayan Ini

Anggota tim merasa lega setelah memerdekan warga Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Asal tahu saja, kedua tanagn dan kaki Toirun diikatkan menggunakan rantai besi ke pohon jangkung di tubir jurang.

Baca: Cerita Operasi Elang, Kisah Penerjunan Pasukan AURI di Hutan Rimba Papua

Kasi Rehab Tuna Sosial Kantor Dinas Sosial Jatim, Yusmanu, yang ikut proses pembebasan Toirun terlihat sumringah. Kasus Toirun menjadi atensinya sehingga jadi prioritas.

“Kami langsung bergerak setelah mendapat laporan dan melihat fotonya,” ungkap Yusmanu kepada Surya pada Jumat (11/11/2016).

Baca: Hartanya Capai Rp 31 Miliar, Ahmad Dhani Ternyata Calon Wakil Bupati Bekasi Terkaya

Yusmanu menganggap kasus Toirun sangat luar biasa. Korban telah dirantai selama 25 tahun, dan belum pernah mendapatkan penanganan medis.

“Penderita disekap di tepi jurang dan dibiarkan telanjang bulat,” ungkap Yusmanu.

Baca: Ribuan Warga AS Anti-Trump Berencana Kembali Gelar Unjuk Rasa

Semula Toirun sempat disekap di tepi jurang. Namun jurangnya longsor, dan pohon tempatnya disekap ikut ambruk beberapa waktu lalu. Toirun kemudian dipindah ke samping kiri rumahnya.

Yusmanu tidak canggung berdialog dengan Toirun. Dia memberikan beberapa batang rokok kepada Toirun. Penderita sangat kooperatif dan menuruti keinginan tim penjemput.

Korban pasung di Jatim diperkirakan mencapai 2.246 orang. Tapi baru 749 penderita yang sudah mendapat penanganan.

“Ingat, pemasungan melanggar HAM. Penderita masih bisa sembuh jika ditangani secara medis,” Yusmanu menjelaskan.

Sementara itu, petugas Rumah Sakit Jiwa Lawang, Ayu Bulan, tidak bisa melupakan pengalaman membebaskan Toirun. Apalagi rumah korban berada di kawasan terpencil.

“Beberapa teman banyak yang meneteskan air mata haru. Rasanya bahagia sekali bisa membebaskan orang dari pasungan,” ungkap Ayu.
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved