Masyarakat Curi Alat Pemantau Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo

Salah satu alat yang hilang itu ada di Lautan Pasir, Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Masyarakat Curi Alat Pemantau Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Ego Syahrial 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Alat pengukur pendeteksi gempa bumi dan pencatat aktivitas gunung mlik Badan Geolog beberapa kali telah dilaporkan hilang.

Salah satu alat yang hilang itu ada di Lautan Pasir, Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Perlatan pemantauan aktivitas Gunung Bromo milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) itu raib pada 18 September 2016.

Hilangnya alat pemantau itu mengakibatkan proses pemantauan aktivitas Gunung Bromo yang menggunakan metode deformasi dan geokima tidak dapat dilakukan.

Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial mengatakan, pihaknya telah melaporkan hilangnya alat pemantauan itu ke polisi.

Namun sampai saat ini belum diketahui pelaku pencuri alat pemantauan itu.

"Memang sulit untuk mengetahuinya," kata Ego kepada wartawan di Museum Geologi, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Jumat (11/11/2016).

Kendati begitu, Ego mengaku, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar untuk ikut menjaga alat pemantau gunung api itu sebab alat itu untuk keselamatan umat.

"Saya yakin yang ambil tidak tahu gunanya karena itu untuk pemantauan gunung api. Mungkin itu hanya bentuk vandalis untuk ambil besinya atau bagian lainnya," kata Ego.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved