SPLU Adopsi Sistem Prabayar

Masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kW meter dengan membeli token listrik melalui payment point bank (PPOB), ATM, mini market

SPLU Adopsi Sistem Prabayar
bangkapos.com/Novita
Penandatanganan jual beli listrik antara PT PLN Wilayah Babel Area Belitung dengan PT Yabinstra di acara Peresmian 100 Persen Listrik Pintar dan Stasiun Penyedia Listrik Umum PT PLN (Persero) Wilayah Babel Area Belitung. 

Laporan wartawan Pos Belitung Novita

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) mengadopsi sistem prabayar.

Masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kW meter dengan membeli token listrik melalui payment point bank (PPOB), ATM, mini market, dan sebagainya, dengan ID pelanggan yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

SPLU PLN memilik dua tipe, yakni standing (dipasang berdiri) dan hook (menempel pada tiang). Nantinya masyarakat atau pedagang kaki lima yang ingin menggunakan listrik dari SPLU, tinggal membeli voucher listrik di ATM atau institusi yang bekerjasama dengan PLN. Kemudian masukkan kode pembelian voucher di SPLU.

"Ini diperuntukkan buat siapa saja. Tidak dikuasai seseorang. Syaratnya masyarakat yang menggunakan harus isi tokennya. Bisa beli dimana saja," GM PT PLN Wilayah Babel, Rustamadji.

PT PLN (Persero) Wilayah Babel juga meluncurkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) Area Belitung, pada Jumat (11/11) di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam.

PT PLN memasang dua titik SPLU di Pulau Belitung, yakni di kawasan Pantai Tanjungpendam dan Belitung Timur. Pemasangan ini dalam upaya menyedakan terminal khusus untuk jaringan listrik listrik di kawasan wisata, pasar dan tempat keramaian lainnya. (*)

Penulis: tidakada011
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved