Sakit Hati, Alekat Bacok Tetangga hingga Tewas

Alekat (35) warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, nekat membacok Irwanto (35)

Sakit Hati, Alekat Bacok Tetangga hingga Tewas
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PALI - Diduga dendam, Alekat (35) warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, nekat membacok Irwanto (35) yang merupakan tetangganya hingga tewas, Jumat (11/11).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Sabtu (12/11), aksi pembunuhan yang cukup menghebohkan masyarakat Desa Muara Ikan tersebut, bermula sekitar sebulan yang lalu, antara anak pelaku dan anak korban pernah berboncengan sepeda motor dan mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan anak Lekat patah kaki. Karena anaknya tidak diurus oleh Irwanto sehingga Lekat kesal dengan korban.

Dan pada Jumat (11/11) sekitar pukul 09.00, pelaku secara tidak sengaja melihat korban sedang tidur-tiduran di warung milik Gewi bersama dengan dua warga lainnya yakni Pendi (62) dan Kandar (30) warga Desa Muara Ikan.

Tanpa pikir panjang lagi, pelaku yang kesal, tanpa banyak bicara langsung membacokkan parang ke arah korban dan mengenai dada sebelah kiri. Karena tidak siap dan mendadak, korban tidak bisa mengelak dan langsung mengerang kesakitan dengan tubuh bersimbah darah.

Melihat kejadian tersebut, sontak dua temannya yang berada di sampingnya kaget dan berusaha memberikan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit, namun di tengah jalan nyawa korban tidak tertolong lagi. Sedangkan pelaku melihat korban bersimbah darah, bukannya memberikan pertolongan tetapi sebaliknya melarikan diri sembari membawa parang.

Atas kejadian tersebut, istri korban melaporkannya ke Polsek Penukal Utara. Usai mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan pengejaran.

Setelah diberi imbauan akhirnya pelaku melalui keluarganya bersedia menyerahkan diri dengan dijemput di salah satu rumah kerabatnya.

Alekat diamankan polisi di rumah orangtuanya di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Sabtu (12/11).

Alekat mengaku tindakannya yang mengakibatkan nyawa korban Irwanto melayang karena sakit hati akibat anaknya bersama anak korban mengalami kecelakaan, dimana anak tersangka patah tulang.

Namun, akibat korban Irwanto seolah membiarkan anak tersangka yang tergolek sakit tanpa ada beritikad membantu perobatan. Ketika tersangka pulang dari kebun dan melihat korban sedang berbaring sambil mengobrol, langsung terbersit di otaknya untuk membunuh korban.

"Ketika aku melihat Irwanto (korban,red), langsung emosi, aku hampiri dia lalu aku bacok dadanya dari belakang satu kali menggunakan parang yang aku bawa, kemudian aku lari ke arah hutan dan langsung menuju rumah orangtua," akui Alekat, di hadapan polisi.

Kapolsek Penukal Utara Iptu Acep Sundara YS mengungkapkan kronologi penangkapan tersangka setelah polisi mengantongi identitas pelaku.

"Kami ungkap kasus ini kurang dari 24 jam, berkat kerjasama masyarakat terutama kepala Desa Muara Ikan. Awalnya pelaku hendak melarikan diri ke Sekayu. Ada informasi dari warga akhirnya tersangka bisa kita amankan," kata Iptu Acep.

Ditambahkan Acep, pelaku saat ini masih diinterogasi anggotanya, dan rencananya tersangka akan diserahkan ke Mapolres Muara Enim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari keluarga korban.

"Hari ini juga (kemarin) akan kita kirim ke Muara Enim. Motif pembunuhan ini diduga sakit hati,dan tersangka kita kenakan pasal 338 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," jelas Iptu Acep. (sripo/tribun sumsel)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved