Rabu, 8 April 2026

Peminat Pendidikan Paket A, B dan C di SKB Sungailiat Membludak

pada tahun 2016 ini SKB telah mengeluarkan ijazah sebanyak 128 dan pada tahun 2017 yang sudah mendaftar sebanyak 300 orang.

Penulis: edwardi | Editor: edwardi
IST
Akhmad Suherman 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Antusias masyarakat yang ingin mengambil pendidikan kesetaraan gratis atau yang lebih dikenal pendidikan Paket A, B, atau C di UPTD Pendidikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bangka di Jalan Pemuda, Sungailiat membludak.

Dimana pada tahun 2016 ini SKB telah mengeluarkan ijazah sebanyak 128 dan pada tahun 2017 yang sudah mendaftar sebanyak 300 orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Pendidikan SKB Bangka, Akhmad Suherman, Senin (14/11/2016) di SKB Bangka.

‘’Hari Sabtu kemarin tanggal 12 november 2016 SKB Bangka mengadakan kegiatan penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan atau yang kita kenal dengan paket A dan B, yang berjumlah 129 warga belajar, terdiri dari paket A sebanyak 42 orang dan paket B sebanyak 87 orang,”ungkap Suherman.

Untuk warga belajar yang telah menyelesaikan program pendidikan itu terdiri dari usia anak sekolah dan orang -orang dewasa, untuk usia tertua di program ini berumur 50 tahun dan untuk peserta warga belajar ini teridiri warga Kecamatan Sungailiat, Riausilip, Merawang, Belinyu dan ada yang dari Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Dikatakan Suherman lagi, Program Gerakan Kembali Sekolah (GKS) pendidikan gratis ini cukup menarik semangat anak - anak dan orang dewasa untuk bersekolah kembali yang mana tercatat untuk tahun pelajaran 2016/2017 di SKB Bangka telah terdata 300 orang peserta paket A, B dan C yang mana pesertanya mayoritas dari Kabupaten Bangka ditambah warga belajar dari Bangka Barat dan Bangka Tengah.

“Untuk paket B sangat banyak peminat untuk data sekarang saja yang belajar sudah mencapai angka 100 orang dan mereka rata -rata anak usia produktif sekolah,’’ ujar Suherman.

Suherman  menjelaskan bahwa Pendidikan kesetaran ini sebagai alternatif bagi anak - anak yang putus sekolah dikarenakan bermacam - macam masalah, seperti ada yang dikeluarkan dari sekolah dan ada juga yang putus sekolah karena faktor ekonomi dan kenakalan remaja.

Dari beberapa yang telah menyelesaikan program paket A dan B ini ada yang telah melanjutkan pendidikan kesekolah formal lagi, ada yang tamat paket A melanjutkan ke SMP Setiabudi yang Tamatan paket B melanjutkan ke SMK Negeri I, SMA setia budi, SMK Muhamadiyah, dan SMA Muhamadiyah.

Sehingga diharapkan di Kabupaten Bangka ini tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah karena Pemda Bangka telah menyediakan sekolah formal maupun non formal (Sekolah PAKET A,B C). Program itu juga sekaligus mendukung program Bupati Bangka pada tahun 2017, yaitu Perburuan Anak Putus Sekolah.

“Untuk mempercepat program Bupati Bangka ini, kita mengusahakan agar tiap Dusun Atau Desa dibuat kelompok belajar - kelompok Belajar untuk program - program paket ini seperti di Kecamatan Belinyu ada 3 kelompok belajar di bawah naungan SKB, di SD 4 Belinyu, Desa Riding Panjang, Desa Pesaren, dan ada 1 rencana membuat kelompok belajar dari Desa Pagarawan, Merawang yang bertujuan untuk mempercepat proses pemberantasan melek hurup dan angka putus sekolah. SKB Bangka juga membuka diri bagi desa atau dusun yang ingin bergabung membuat kelompok belajar,’’jelasnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved