Minggu, 3 Mei 2026

Kakak Angkat Ahok Andi Analta Datangi Bareskrim Pantau Gelar Perkara Sang Adik

"Adik saya dipersalahkan. Secara unsur hukum, bisa dibuktikan. Tapi kalau niat (melecehkan) lebih dalam, hanya Allah yang menilai," ujar Andi.

Tayang:
kompas.com/Ambaranie Nadia KM
Kakak angkat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Andi Analta di kompleks Mabes Polri, Selasa (15/11/2016). 

BANGKAPOS.com - Kakak angkat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta, tampak di antara kerumunan orang yang ingin melihat gelar perkara di kompleks Mabes Polri.

Ia mengaku prihatin atas banyaknya laporan terhadap adik angkatnya.

"Adik saya dipersalahkan. Secara unsur hukum, bisa dibuktikan. Tapi kalau niat (melecehkan) lebih dalam, hanya Allah yang menilai," ujar Andi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Kedatangannya ke Mabes Polri sebagai bentuk dukungan moral pada Ahok.

Baca: Warga Semangati Djarot saat Didemo: Itu Bukan Warga Sini, tak Usah Digubris Jalan Terus Salam 2 Jari

Baca: Juru Bicara FPI ‎Munarman Protes Tidak Boleh Ikut Gelar Perkara Ahok

Baca: Pengadang Ahok-Djarot Kabur setelah Diminta Tunjukkan Rumahnya Ahok Kebanjiran Doa

Meskipun Ahok tak hadir dalam gelar perkara karena ada kegiatan di rumah pemenangan, ia mengaku tak sepaham dengan para pelapor.

Ia meyakini Ahok tak berniat menistakan surat Al Maidah ayat 51.

"Saya tidak masuk paham mereka, tapi paham daripada Al Quran dan hadits. Kalau dari agama, tidak ada unsur (penistaan agama)," kata Andi.

Pelaporan terhadap Ahok bermula dari video yang viral di sosial media. Video yang menampilkan Ahok saat berbicara di hadapan warga Pulau Seribu itu dikutip oleh pemilik akun Facebook Buni Yani.

Ahok sebelumnya telah meminta maaf kepada umat Islam mengenai ucapannya itu. Ia merasa tidak pernah menghina ayat suci dalam Al Quran.

Baca: Kisah Felicia Hwang Putri Indonesia Lingkungan Takut Tampil Pakai Bikini di Depan Juri

Baca: Hanya untuk Merawat Tas Saja, Ade Fitrie Keluarkan Duit Rp 500 Juta

Ia menilai video berisi ucapannya yang menyebut Surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu telah disalahgunakan oleh sejumlah orang.

Menurut Ahok, videonya saat berbicara di Kepulauan Seribu itu dipotong-potong dan tidak ditampilkan secara utuh.

"Saya tidak mengatakan menghina Al Quran. Saya tidak mengatakan Al Quran bodoh. Saya katakan kepada masyarakat di Pulau Seribu kalau kalian dibodohi oleh orang-orang rasis, pengecut, menggunakan ayat suci itu untuk tidak pilih saya, ya silakan enggak usah pilih," kata Ahok.

Ahok mengatakan, alasannya melontarkan ucapan yang menyebut Surat Al Maidah ayat 51 disebabkan ayat tersebut kerap digunakan oleh lawan politik untuk menyerangnya.

Kondisi itu disebutnya sudah terjadi sejak ia pertama kali terjun di dunia politik pada 2003 di Belitung Timur.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved