Ini Fakta-fakta soal Cairan Pembersih Kuman yang Perlu Anda Ketahui

Lingkungan yang terlalu bersih dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga memperlemah mekanisme pertahanan tubuh. Moral dari cerita ini: Sedikit ...

Ini Fakta-fakta soal Cairan Pembersih Kuman yang Perlu Anda Ketahui
Shutterstock/Kompas.com
Ilustrasi 

TAKUT berlebihan pada kuman alias germophobia adalah fenomena yang sering terlihat belakangan ini. Kita sering menjumpai banyak tempat umum yang disediakan hand sanitizer dispenser.

Baca: Pacar Baru Pangeran Harry Ini Digadang-gadang Perankan Istri Jamie Vardy

Kita menggunakan berbagai produk antikuman untuk menghindari bakteri, virus, jamur. Apakah cairan pembersih kuman ini baik untuk kita? Berikut ini sejumlah fakta penting untuk diketahui :

1. Tak ada yang lebih baik daripada cuci tangan
Sebelum diproduksi cairan pembersih kuman, cuci tangan merupakan perlindungan terbaik melawan kuman.

Baca: Begini Jawaban Anak Angkat Tukul Ketika Mendengar Sang Ayah Menikahi Siri Meggie Diaz

Dokter bedah punya scrub room di mana mereka membersihkan tangan secara seksama sebelum melakukan operasi karena cairan pembersih kuman tak cukup.

Jika ada pilihan cuci tangan, pilihlah cuci tangan.

2. Periksa kandungan alkoholnya
Label di cairan pembersih kuman mungkin mengatakan membunuh kuman. Kecuali kandungan alkoholnya 60 persen ke atas, cairan pembersih kuman itu tak ada gunanya.

Baca: Dihajar Pacar, Anggita Sari Pamer Wajah Lebam di Instagram, Komentar Netizen: Mananya Sih yg Lebam?

Anda bakal terkejut menemukan banyak produk pembersih kuman dengan pewangi harum ternyata tak memenuhi syarat kandungan alkohol.

3. Tak ada yang terlalu bersih
Dispenser pembersih tangan itu pasti sering digunakan banyak orang. Sebuah studi dari Northwestern University menemukan imunitas terhadap anak-anak dapat dipengaruhi oleh pembersih kuman ini.

Sama halnya dengan sabun antibakteri yang mungkin mengganggu hormon-hormon kita.

Baca: Surya Paloh Tegaskan Nasdem Tidak Tarik Dukungan dari Ahok

Peneliti menemukan anak-anak mungkin terkena penyakit yang dapat dicegah setelah penggunaan jangka panjang.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved