Palsukan Hari Ultah, Mantan PM Bangladesh Pun Dipolisikan

Sebuah pengadilan di Banglades, Kamis (17/11/2016), menerbitkan surat penahanan untuk pemimpin oposisi setelah dia batal hadir dalam sidang untuk...

Palsukan Hari Ultah, Mantan PM Bangladesh Pun Dipolisikan
wikipedia
Khaleda Zia (71), pemimpin oposisi dan mantan perdana menteri Banglades. 

BANGKAPOS.COM, DHAKA -- Sebuah pengadilan di Banglades, Kamis (17/11/2016), menerbitkan surat penahanan untuk pemimpin oposisi setelah dia batal hadir dalam sidang untuk menjelaskan tuduhan soal hari kelahirannya.

Baca: Tidak Bisa Berikan Uang Mahar Rp 100 Juta, Pria Pengangguran Ini Dipenjara, Beginilah Kisahnya

Hakim Mazharul Islam menerbitkan surat penahanan setelah seorang jurnalis pro-pemerintah mendaftarkan gugatan kepada Khaleda Zia yang pernah dua kali menjadi perdana menteri.

Baca: Ini Pesan Prabowo untuk Ahok agar Tidak Ditolak di Lokasi Kampanye

"Pengadilan menerbitkan surat perintah penahanan setelah dia (Zia) tak hadir ke pengadilan untuk menjelaskan hari ulang tahun palsunya," kata pengacara pelapor, Dulal Mitra.

Baca: Luna Maya Unfollow Instagram Ayu Ting Ting, Ternyata Inilah yang Jadi Penyebabnya

Polisi kini memiliki waktu hingga 2 Maret tahun depan untuk menahan Zia yang juga menghadapi dua gugatan hukum dalam kasus berbeda.

Kuasa hukum Zia, Sanaullah Mia membenarkan, pengadilan sudah menerbitkan surat penahanan dan mengatakan baru akan berkonsultasi dengan kliennya terkait langkah untuk menghadapi masalah ini.

Baca: Fantastis, Biaya Pernikahan Sang Pengusaha India Ini Mencapai Rp 1 Triliun

Kontroversi aneh ini, yang sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade, terpusat pada Khaleda Zia yang merayakan ulang tahun setiap 15 Agustus.

Di hari yang sama, Banglades memperingati hari kematian mantan pemimpin negeri itu Sheikh Mujibur Rahman.

Mujibur Rahman adalah ayah dari perdana menteri Bangladessaat ini, Sheikh Hasina yang merupakan rival politik Sheikh Hasina.

Rahman, yang bersama sebagian besar anggota keluarganya dibunuh dalam sebuah kudeta militer, dianggap sebagai pahlawan kemerdekaan Banglades.

Sehingga, peristiwa kematiannya pada 15 Agustus menjadi hari berkabung nasional.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved