Basuki Tjahaja Purnama Bantah Pernah Bilang Demonstran 4 November Dibayar Rp 500 Ribu

"Saya enggak bilang menuduh kok. Saya kan bilang Inggris-nya, saya sampaikan kamu baca saja berita-berita yang ada. Itu saja. Makanya, saya..."

Basuki Tjahaja Purnama Bantah Pernah Bilang Demonstran 4 November Dibayar Rp 500 Ribu
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengenakan pakaian adat karo di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Jumat 918/11/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA --  Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah, dirinya menyatakan pendemo pada 4 November lalu adalah pendemo yang dibayar Rp 500 ribu agar mau ikut berunjukrasa.

Baca: Sempat Dilapor ke Polisi, Bule Inggris Pemerkosa Wanita 48 Tahun di Bali Ternyata Berakhir Damai

Ahok dalam wawancara eksklusif dengan media Australia ABCsecara garis besar mengatakan, berdasarkan pemberitaan di media, para pendemo menerima bayaran Rp 500 ribu.

Baca: Kisah Sang Kakek 68 Tahun yang Berkeliling Kampung Jadi Tukang Payung

Pernyataan Ahok itu, dilaporkan oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Badan Reserse Krimial Polri, tekait dugaan fitnah.

Mengenai itu, Ahok mengklarifikasi bahwa pernyataannya berdasarkan pemberitaan di media.

Baca: Sang Ibu Syok saat Temukan Gambar Buatan Tangan Anaknya Ini, Mengejutkan

"Saya enggak bilang menuduh kok. Saya kan bilang Inggris-nya, saya sampaikan kamu baca saja berita-berita yang ada. Itu saja. Makanya, saya ngomong apa saja juga dipelintir, he-he," ucap Ahok di Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).

Baca: Tarung Bebas yang Akan Digelar I Gusti Made Anom di Tabanan Akhirnya Batal, Ini Alasannya

Diberitakan sebelumnya, ‎dua perwakilan ACTA, Kamis (17/10/2016) sore menyambangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu, Bareskrim Polri, KKP-Gambir, Jakarta Pusat.

Kedatangan mereka untuk melaporkan Ahok atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP.

Pernyataan itu kami dapat dari website mobile.abc.net.au dengan judul berita Jakarta Governor Ahok Suspect in blasphemy case, Indonesia Police say," ucap perwakilan dari ACTA, Habiburokhman.

Dikatakan dia, dalam berita tersebut terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok.

"(Dalam rekaman Video) secara garis besar mengatakan It's not easy you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, Said they got the Money 500.000 rupiahs,"  katanya.

Penulis: Dennis Destryawan

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved