Hasil Survei LSI Denny JA Sebut Elektabilitas Ahok-Djarot 10,6 Persen

"Sebelum Ahok tersangka, elektabilitas di angka 24,6 persen dan setelah menjadi tersangka hanya di angka 10,6 persen untuk pertanyaan terbuka, ..."

Hasil Survei LSI Denny JA Sebut Elektabilitas Ahok-Djarot 10,6 Persen
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Pendukung pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang maju di Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017 mendeklarasikan kampanye damai di silang barat daya Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei setelah penetapan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.

Baca: Mario Teguh Bikin Netizen Terenyuh, Ternyata Penyebabnya karena Hal Ini

Dari survei yang dilakukan periode 31 Oktober-5 November 2016 dengan melibatkan 440 responden, dukungan untuk Ahok turun dari 24,6 persen menjadi 10,6 persen.

Baca: Pulang Dalam Keadaan Mabuk, OK Perkosa Nenek 67 Tahun Yang Merupakan Mertua Kakaknya

Survei LSI Denny JA itu memang dilakukan sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka. Namun, responden sudah ditanya perihal dukungan 'jika Ahok menjadi tersangka' kasus dugaan penistaan agama.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan, berdasarkan survei, penurunan dukungan untuk pasangan Ahok-Djarot setelah Ahok ditetapkan tersangka cukup signifikan.

Baca: Gara-gara Punya Pacar Artis Cantik, Pria Ini Malah Sering Dimintai Netizen Tips Dapat Pacar

"Sebelum Ahok tersangka, elektabilitas di angka 24,6 persen dan setelah menjadi tersangka hanya di angka 10,6 persen untuk pertanyaan terbuka, dan 11,50 persen untuk pertanyaan tertutup," kata Ardian, dalam jumpa pers di kantor LSI Denny JA di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).

Dia menjelaskan, metode pertanyaan terbuka ialah menanyakan bagaimana dukungan terhadap Ahok jika jadi tersangka tanpa menyebutkan nama cagub dan cawagub dari kandidat lainnya. Sedangkan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang disertai nama kandidat.

Baca: Netizen Pun Gagal Fokus Saat Nonton Video Nikita Mirzani Ngulek Sambel Ini

AHOKAlsadad Rudi
Calon gubernur DKI Jakarta nomor dua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat kunjungan kampanye ke permukiman warga di Jalan Arabika Atas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (17/11/2016) siang.

"Hasilnya, dukungan Ahok sama-sama turun di dua metode itu. Untuk pertanyaan terbuka suara Ahok turun ke 10,60 persen, dan untuk pertanyaan tertutup turun ke 11,50 persen, dari 24,60 persen," ujar Ardian.

Sebenarnya, lanjut Ardian, sebelum Ahok tersangka, dari survei pihaknya, tren dukungan untuk pasangan Ahok-Djarot sudah mengalami penurunan. Pada Maret 2016, pasangan Ahok-Djarot elektabilitasnya masih 59,3 persen. Namun, terus menurun.

Pada Juli 2016, elektabitas Ahok-Djarot 49,1 persen, Oktober 31,4 persen, dan November 24,6 persen. Berbeda dengan Ahok-Djarot, dua pasangan calon lainnya mendapat limpahan dukungan dari yang meninggalkan Ahok-Djarot.

Elektabilitas pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebelum Ahok tersangka, berada di 20,90 persen. Namun, setelah Ahok menjadi tersangka dukungan Agus-Sylvi mengalami peningkatan 30,90 persen (pertanyaan terbuka) dan 32,30 persen (pertanyaan tertutup).

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved