Breaking News:

PBTI Gelar Diklat Perwasitan, Pelatih dan UKT Dan Kukkiwon

Ketua PBTI Provinsi Babel, Muhammad Irham mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai bentuk penyeragaman materi, gerakan serta penyegaran bagi pelatih

Penulis: Disa Aryandi | Editor: edwardi
bangkapos.com/Disa Aryandi
PBTI Provinsi Babel, Jumat (18/11/2016) melaksanakan kegiatan Diklat Kepelatihan Kyurogi, Perwasitan Kyurogi serta Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Kukkiwon di Hotel Tanjung Pesona, Kabupaten Bangka 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat (18/11/2016) melaksanakan kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) Kepelatihan Kyurogi, Perwasitan Kyurogi serta Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Kukkiwon.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Tanjung Pesona, Kabupaten Bangka tersebut, diikuti Taekwondoin, Pelatih dan para Sabeum di Negeri Serumpun Sebalai.

Pemateri Diklat dan Penguji UKT DAN tersebut, Sabeum Nim Yulizar, Master Sun Jae Lee asal Korea, dan Master Rahmi Kurnia dari PBTI pusat.

Ketua PBTI Provinsi Babel, Muhammad Irham mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyeragaman materi, gerakan serta penyegaran bagi pelatih serta sabeum di Provinsi Bangka Belitung.

"Sehingga dengan pulang ke daerah masing-masing, pelatih-pelatih atau para sabeum bisa menerapkan materi ini kepada seluruh Taekwondi'in di Daerah," ucap Irham-biasa disapa, Jumat (18/11/2016).

Ia mengatakan, penyeragaman gerakan dan materi ini harus segera diterima peserta. Pasalnya perkembangan gerakan dan materi Taekwondo kini cepat berkembang.

"Makanya harus di selaraskan. Ini sebetulnya sudah direncanakan pada tahun lalu. Cuma baru dimulai saat ini, dan alhamdulillah semua Kabupaten/Kota di Babel hadir," ujarnya.

Irham juga menyinggung, terkait rencana PBTI mengikuti pekan olah raga provinsi (Porprov) di Bangka Tengah (Bateng) tahun 2018 mendatang.

"Nah saya tegas, di Porprov nanti, Taekwondo yang bertanding semua PBTI," kata dia.

Master Rahmi Kurnia, menyampaikan akan terus mendukung pengembangan Taekwondo di Republik Indonesia. Pasalnya pengembangan Taekwondo merupakan dari dojang (tempat latihan).

"Tumbuhnya prestasi itu dari dojang-dojang, baru nanti ke tahapan Nasional dan Internasional," ucap wanita yang pernah menjadi juara dunia ini.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved