Sopian Sulap Lahan Kritis Jadi Hutan Magrove

Di Pantai Batu Ampar Desa Penagan berbagai tanaman sudah ditanamnya seperti cemara laut, jambu mede, ketapang dan nangka.

Sopian Sulap Lahan Kritis Jadi Hutan Magrove
bangkapos.com/Nurhayati
Sopian (baju kaos putih) berfoto bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Kepala BLH Kabupaten Bangka Asep Setiawan dan para para pelestari lingkungan lainnya, ketika menerima penghargaan pada Peringatan Hari Puspa dan Satwa Nasional, Jumat (18/11/2016) di Kolong Apat Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lahan-lahan kritis di Desa Penagan kembali hijau setelah Sopian, warga Penagan yang peduli terhadap kelestarian melakukan penanaman pohon, terutama di daerah-daerah pesisir pantai.

Di Pantai Batu Ampar Desa Penagan berbagai tanaman sudah ditanamnya seperti cemara laut, jambu mede, ketapang dan nangka.

Saat ini menurutnya sudah satu tahun ditanam dan sekarang masih proses pemeliharaan.

"Saya mulai menanam tanaman ini tahun 2015. Kalau untuk tahap daerah reboisasi pantai itu kita mulai bekerjasama dengan BP DAS itu tahun 2013. Alhamdulillah pantai yang agak kritis sudah mulai tumbuh karena kita ada penanaman dan pemeliharaan magrove terutama bakau," ungkap Sopian yang mulai melakukan penghijauan daerah pesisir sejak tahun 2012, kepada bangkapos.com usai menerima penghargaan pada Peringatan Hari Puspa dan Satwa Nasional, Jumat (18/11/2016) di Kolong Apat Sungailiat.

Namun yang disesalkan Sopian, perusahaan penambangan yang mengeruk kekayaan tambang timah di sekitar Pantai Penagan kurang peduli dengan kerusakan alam.

"Masih ada aktivitas penambangan di areal timah itu, dan aktivitas penambangan oleh masyarakat itu sendiri. Jadi maksud kita bagaimanalah pihak-pihak yang mengeruk agak peduli dengan kerusakan yang diakibatkan oleh penambangan timah itu," harap Sopian.

Ia ingin merangkul pihak perusahaan penambangan timah menanam magrove di Pantai Penagan, tetapi tidak mengetahui prosedur kerjasama karena minim sekali adanya sosialisasi mengenai kerusakan akibat penambangan timah disana.

"Saya agak sedih melihat kerusakan lahan yang begitu hijau dulunya tiba-tiba kok jadi kritis apalagi daerah pantai itu rawan sekali dengan bencana alam seperti tsunami. Maka dari kesadaran itu timbullah inisiatif bagaimana kita untuk mengadakan penghijauan kembali," ungkap Sopian.

Awal merintis menanam tanaman di pesisir laut ini dirintisnya sendiri dengan mencari bibit untuk ditanam di sekitar pantai. Hingga kini sudah seluas 10 hektar daerah yang ditanam bekerjasama dengan PB DAS.

Untuk itu ia berharap ke depan, daerah pantai yang ditanamnya bisa dijadikan wisata alam hutan bakau.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved