Tarmizi Berikan Hadiah Rp 200 Ribu Bagi Ibu-ibu Yang Bisa Jawab Pertanyaan

Ada tujuh pertanyaan yang dilontarkan orang nomor satu di Pemkab Bangka ini, masing-masing anggota majelis taklim

Tarmizi Berikan Hadiah Rp 200 Ribu Bagi Ibu-ibu Yang Bisa Jawab Pertanyaan
Bangkapos/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat membagikan uang sebesar Rp 200.000 perorang bagi ibu-ibu yang berhasil menjawab pertanyaannya pada kegiatan lomba cerdas cermat dan rebana yang diselenggarakan Nahdatul Ulama, Sabtu (19/11/2016) di Halaman Gedung Nahdatul Ulama. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Para ibu dari berbagai majelis taklim di Kabupaten Bangka berebutan menjawab pertanyaan Bupati Bangka H Tarmizi Saat.

"Siapa sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi menantunya," tanya Tarmizi ketika membuka lomba cerdas cermat dan rebana yang diselenggarakan Muslimat Nahdatul Ulama, Sabtu (19/11/2016) di Halaman Gedung Nahdatul Ulama.

Ibu-ibu majelis taklim berebutan menunjukan jarinya. "Nah ibu yang pake baju merah, apa jawabnya bu?" kata Tarmizi.

"Ali Bin Abi Thalib," jawab seorang ibu dengan suara lantang.

Jawaban ibu tersebut langsung dibenarkan oleh Tarmizi.

Ada tujuh pertanyaan yang dilontarkan orang nomor satu di Pemkab Bangka ini, masing-masing anggota majelis taklim yang bisa menjawab pertanyaan tersebut langsung dihadiahi Tarmizi dengan uang sebesar Rp 200.000 per orang.

Uang tersebut diambil dari dompetnya.

"Terima kasih ya pak jadilah kek duit belanje," ungkap seorang ibu tersenyum lebar sambil menyalami tangan bupati.

Tarmizi menyatakan Pemkab Bangka mendukung kegiatan Nahdatul Utama yang menyelenggarakan lomba cerdas cermat dan rebana ini.

Melalui kegiatan lomba cerdas cermat ini bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasan para anggota majelis taklim tentang agama Islam.

Sedangkan melalui lomba rebana bisa mengasah jiwa seni dan kreatifitas mereka dalam memainkan alat musik rebana.

Dia juga mengajak para ibu anggota majelis taklim mengadakan lomba membaca huruf Arab-Melayu.

"Tahukan huruf Arab-Melayu, nanti di rumah dinas saja kita lombakan. Kalau kita bisa ngaji berarti bisa, kalau dak pacak mace tu berarti dek tau ngaji," ungkap Tarmizi.

Pada kesempatan ini ia mengajak para anggota majelis taklim selalu belajar agar bisa menambah ilmu dan wawasannya mengenai Agama Islam.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved