Hadapi MEA, Pemkab Bangka Jalin Kerjasama dengan 10 Perguruan Tinggi

Rencananya Pemkab Bangka pada tahun 2017 kembali menjalin kerjasama dengan UPI mengirimkan mahasiswa asal Kabupaten Bangka

Hadapi MEA, Pemkab Bangka Jalin Kerjasama dengan 10 Perguruan Tinggi
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi berfoto bersama Bupati Empat Lawang, BNI Cabang PT Bandung, Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama ketika menerima penghargaan dari Rektor UPI Profesor Furqon, pada acara Dialog Nasional Pendidikan, Senin (21/11/2016) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengelar Dialog Pendidikan Nasional dengan tema Mengkokohkan Kolaborasi Pembangunan Pendidikan Berkelanjutan dalam Mengisi MEA, Senin (21/11/2016) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat.

Pada kesempatan itu Bupati Bangka H Tarmizi Saat berterima kasih karena Kabupaten Bangka dipercaya pihak UPI sebagai tuan rumah dialog pendidikan nasional.

Rencananya Pemkab Bangka pada tahun 2017 kembali menjalin kerjasama dengan UPI mengirimkan mahasiswa asal Kabupaten Bangka untuk kuliah di UPI guna memenuhi kebutuhan guru matematika, fisika dan kimia.

"Untuk itu dinas pendidikan fokuskan MoU saya, dengan Pak Rektor dan dekan fakultas yang bersangkutan," pinta Tarmizi.

Diakuinya, sekarang ini dunia semakin mengglobal dan tidak terbatas. Apalagi Indonesia dan negara-negara ASEAN setelah kesepakatan free trade area dan Cina Tahun 2009 dan diikuti dengan ASEAN dan India Tahun 2011.

"Sekarang per Desember 2015 kita memasuki babak baru yang lebih dikenal sebagai MEA. Dalam masyarakat ekonomi ASEAN beberapa implementasi penting yang sudah dan harus diselenggarakan dengan bebas. Barang dan jasa, bebas keluar masuk tanpa hambatan, bea masuk turun hingga nol persen, bebas mobilitas untuk delapan jenis jasa profesi, pasar modal dan pasar saham bebas bergerak dan investasi bebas keluar masuk," jelas Tarmizi.

Implementasi tersebut lanjutnya, mengarah pada 12 produk yang jadi perhatian penting bagi daerah. Produk yang bebas keluar antar negara ASEAN yakni produk berbasis pertanian, perjalanan udara, otomotif, jejaring, elektronik, perikanan, kesehatan, produk berbasis karet, tekstil, pariwisata, produk berbasis kayu dan logistik.

"Baru saja berita pagi ini Cina melarang ekspor mangis dan salak, tidak diterima oleh Cina baru pagi ini berita jam 07.00 WIB tadi," ungkap Tarmizi.

Oleh karena itu, Kabupaten Bangka harus bersiap menghadi kondisi tersebut dalam era MEA ini. "Bagaimana para pendidikan menyiapkan sumber daya manusia supaya bisa bersaing. Apa yang harus kita siapkan dalam menjawab persoalan yang 12 ini," kata Tarmizi.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved