Hadapi MEA, Pemkab Bangka Jalin Kerjasama dengan 10 Perguruan Tinggi

Rencananya Pemkab Bangka pada tahun 2017 kembali menjalin kerjasama dengan UPI mengirimkan mahasiswa asal Kabupaten Bangka

Hadapi MEA, Pemkab Bangka Jalin Kerjasama dengan 10 Perguruan Tinggi
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi berfoto bersama Bupati Empat Lawang, BNI Cabang PT Bandung, Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama ketika menerima penghargaan dari Rektor UPI Profesor Furqon, pada acara Dialog Nasional Pendidikan, Senin (21/11/2016) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat. 

MEA lanjutnya bisa jadi peluang, tetapi juga menjadi tantangan dimana bergantung kepada SDM yang dimiliki. Diakuinya sumber daya manusia di Kabupaten Bangka sudah cukup kompetitif, dimana indek pembangunan manusia (IPM) sudah pada level 70,3 meskipun Kabupaten Bangka baru masuk tiga besar di Babel dibawah Pangkalpinang dan Belitung.

"Menurut BPS, daerah yang tergolong IPMnya lebih besar dari 70 tergolong daerah dengan SDM yang tinggi," ujar Tarmizi.

Disebutkannya, kondisi antara warga yang kaya dan miskin di Kabupaten Bangka tidak begitu kentara. "Nyaris tidak ada ketimpangan antara masyarakat berpenghasilan tinggi dengan penghasilan rendah, berarti ini peluang karena tidak terlalu jauh jaraknya. Pertanyaannya apakah dengan kualitas seperti ini SDM Bangka mampu berkompetisi pada MEA," tanya Tarmizi.

Oleh karena itu harus berbenah agar SDM di Kabupaten Bangka bisa menjawab tantangan MEA. SDM di Kabupaten Bangka harus mumpuni yakni mampu mengolah sumber daya alam, investasi dan mampu menciptakan peluang kerja bahkan mampu mendorong perekonomian baik di Bangka, Babel, Indonesia dan ASEAN. Dengan demikian tidaknya masuk SDM dari luar.

"Kalau masuk SDM dari luar tidak berat bagi kita, kalau kita siap bersaing. SDM yang mampu yakni memiliki kompetensi, kualifikasi dengan ilmu pengetahuan, punya etika, memiliki sikap yang kompetitif supaya bisa masuk negara lain," kata Tarmizi.

Oleh karena itu menurutnya, sumber daya manusia di Bangka harus menjadi pekerja pemikir yakni memiliki kemampuan belajar, mandiri, mengolah informasi, dan memiliki keahlian multi kompetensi.

Diakui Tarmizi, Kabupaten Bangka tidak bisa sendiri dalam menyiapkan SDM menghadapi MEA, sehingga perlu bekerjasama dengan perguruan tinggi. Untuk itu Pemkab Bangka menjalin kerjasama dengan 10 perguruan tinggi lokal dan nasional. Perguruan tinggi lokal yang menjadi mitra Pemkab Bangka yakni Polman Timah, Universitas Bangka Belitung dan STAIN Syeh Abdul Rahmad Siddik.

Sedangkan perguruan tinggi nasional yang menjadi mitra Pemkab Bangka adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Institut Pertanian Bogor, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Universitas Tri Jaya, Universitas Terbuka, dan Universitas Padjajaran. Sementara untuk bidang teknologi Pemkab Bangka bekerjasama dengan BPPT dan LIPI.

"UPI ini sudah bekerjasama dengan 500 kabupaten dan kota di Indonesia," jelas Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved