Ingat Pesan Mendikbud Ini, 'Guru Jangan Andalkan LKS!'

"Guru tidak boleh hanya pasrah pada LKS sehingga fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi malah dilakukan oleh LKS dan bukan hasil dari ..."

Ingat Pesan Mendikbud Ini, 'Guru Jangan Andalkan LKS!'
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk Kelas lima Sekolah Dasar (SD) yang terdapat kata-kata tidak pantas beredar di Kota Malang, Kamis (12/11/2015). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta guru tidak lagi membebani murid dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Baca: Lewat Udara, Maklumat Kapolda Metro soal Demo Akan Disebar ke Masyarakat

Menurutnya LKS telah membuat fungsi utama guru yakni merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pendidikan tidak berjalan optimal.

Baca: Ahmad Dhani Disebut Pencitraan saat Pajang Foto Makan di Warteg Ini Bareng Mulan Jameela

"Guru tidak boleh hanya pasrah pada LKS sehingga fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi malah dilakukan oleh LKS dan bukan hasil dari perencanaan yang matang oleh guru," ujarnya dalam pernyataannya, Selasa(22/11/2016).

Baca: Ratusan Pengungsi Rohingya Bawa Kisah Horor saat Tiba di Banglades

Selain itu Muhadjir menyebut adanya dugaan oknum guru yang hanya mencari keuntungan dari penerbit dengan menjual LKS. Bahkan keuntungan yang diperoleh bisa mencapai triliunan rupiah jika dikalkulasi secara nasional.

"Sungguh pekerjaan yang nista apabila seorang guru hanya cari rabat (dari penjualan LKS)," tegas mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Baca: Netizen Ramai Bantu Jawab Status Facebook Anak Ahok Sean, Kenapa Papa Kamu Jadi Tersangka?

Di sisi lain efektifitas LKS pada siswa juga tidak terukur. Bahkan Muhadjir menyebut tidak jarang pekerjaan rumah yang dibebankan guru melalui LKS pada siswa justru tidak dikerjakan sendiri.

"Untuk itu saya meminta para guru untuk tidak lagi memberatkan siswa dengan LKS, selama ini beberapa anak didik ketika membawa LKS ke rumah sebagai pekerjaan rumah, tidak sedikit yang malah dikerjakan oleh Ibu atau anggota keluarga lainnya, sehingga tidak cukup efektif," jelasnya.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved