Video ABG Dihajar 3 Remaja Putri Tersebar di Medsos

Korban ditampar, ditendang, hingga jatuh ke tanah. Seorang lainnya mengabadikan kejadian itu dengan kamera ponsel lalu diunggah ke Facebook.

Video ABG Dihajar 3 Remaja Putri Tersebar di Medsos
Facebook
Penganiayaan terhadap seorang remaja perempuan di Pinrang, Sulawesi Selatan. 

BANGKAPOS.COM, MAKASSAR - Kepolisian Sektor Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengusut laporan penganiayaan terhadap seorang gadis remaja oleh perempuan sebayanya.

Korban sempat takut melaporkan kejadian itu karena tak ingin dianiaya kembali.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi pada 2 November 2016 sekitar pukul 15.00 Wita di depan SMP Negeri 5, Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua.

Baca: Obrolan Mesum Aktor Ganteng Rizky Alatas dengan Wanita Ini Tersebar

Polisi mengetahuinya setelah video penganiayaan itu tersebar di media sosial.

Polisi kemudian menelusuri keberadaan korban dan diketahui bahwa bernama Riska (15). Adapun pelaku penganiayaan berinisial Sel (16), Ran, dan Nel.

Baca: Siapa Sangka Cewek yang Biasa Jaga Warung Babe Ini Begitu Memesona

Gledys Veronica
Gledys Veronica

Menurut Frans, sebelum kejadian, pelaku Sel mendatangi rumah korban kemudian mengajaknya keluar dengan alasan diantarkan ke dokter gigi untuk pemasangan kawat gigi. Namun, ternyata korban dibawa ke tempat kejadian perkara.

Pelaku dan korban sudah ditunggu oleh dua pelaku lain di lokasi yang saat itu sangat sepi. Kemudian terjadilah penganiayaan tersebut. Korban ditampar, ditendang, hingga jatuh ke tanah.

Baca: Tiga Remaja Putri Habisi Gadis Belia dengan Batu Besar

Seorang lainnya mengabadikan kejadian itu dengan kamera telepon genggamnya (HP). Video berdurasi sekitar 11 menit diunggah ke media sosial Facebook.

"Dari video itu awalnya berbahasa Bugis, kemudian ditelusuri selama beberapa hari hingga akhirnya korban diketahui identitasnya," kata Frans, Minggu (20/11/2016).

Baca: Angelina Sondakh Buka Suara Soal Penangkapan Kekasihnya

Menurut Frans, korban tidak mau melaporkan hal itu kepada orangtuanya maupun ke polisi karena takut akan dianiaya lagi oleh para pelaku.

Polisi yang menerima informasi terkait penganiayaan itu datang menemui korban dan ibunya serta mengarahkan mereka untuk membuat laporan di Polsek Duampanua.

"Sudah dibuatkan laporannya di Polsek Duampanua dan rencananya, besok (Senin, 21/11/2016) kasusnya akan dialihkan ke bagian PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Pinrang," kata dia.

Frans mengatakan bahwa penjemputan terhadap para pelaku penganiayaan itu akan dilakukan setelah kasus ini dialihkan ke Unit PPA Polres Pinrang.

Editor: fitriadi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved