DPRD Soroti Proyek Pipanisasi PDAM yang Bikin Warga tak Nyaman
Lubang-lubang menganga untuk menanam pipa, tidak ditutup sempurna. Bahkan, tanah yang ditimbun tidak dipadatkan kembali seperti semula
Penulis: Alza Munzi | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Proyek pemasangan pipa air PDAM yang dilakukan Pemkot Pangkalpinang di sejumlah ruas jalan Ibukota Provinsi Kepulauan Babel ini, menuai sorotan dari masyarakat dan wakil rakyat.
Lubang-lubang menganga untuk menanam pipa, tidak ditutup sempurna. Bahkan, tanah yang ditimbun tidak dipadatkan kembali seperti semula.
Akibatnya, tanah tersebut rawan amblas dan berbahaya bagi pengendara. Selain itu, galian pipa juga dilakukan di jalan yang barus selesai diaspal.
Kondisi itu diungkapkan anggota DPRD Pangkalpinang Rio Setiady kepada bangkapos.com, Rabu (23/11/2016).
"Sudah tiga pekan ini masyarakat di seputaran Pangkalpinang dibuat tak nyaman dengan banyaknya galian pipa PDAM. Galian pipa ini mirisnya dilakukan di atas jalan yang baru berapa pekan dilakukan pengaspalan," kata Rio.
Menurutnya, masyarakat banyak yang mengadu, karena galian pipa ini menganggu masyarakat pengguna jalan.
Bahkan beberapa ada yang terjatuh akibat jalanan yang licin dan minim rambu-rambu untuk peringatan pengguna jalan.
Rio mengimbau kepada pemerintah kota khususnya dalam hal ini dinas pekerjaan umum, jangan dianggap remeh keluhan dan protes warga tersebut.
"Kalau sampai terjadi korban akibat galian tersebut siapa yang tanggung jawab? Pemkot diminta proaktif menyikapi keluhan warga tersebut," ungkap Rio.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tumpukan-tanah-akibat-proyek-pipanisasi_20161123_075353.jpg)