Rabu, 8 April 2026

Pelepasan Burung ke Alam Bebas Menjaga Kelestarian Hewan Asli Bangka

Bupati Bangka H Tarmizi Saat melakukan pelepasan 33 ekor burung, Rabu (23/11/2016) pagi di Hutan Wisata Sungailiat.

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi melepas burung khas Bangka, Rabu (23/11/2016) pagi di Hutan Wisata Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat melakukan pelepasan 33 ekor burung, Rabu (23/11/2016) pagi di Hutan Wisata Sungailiat.

Pelepasan burung khas Bangka yakni Burung Perbak dan Jalak Batu dilakukan bupati bersama Ketua Majelis Ulama Kabupaten Bangka H Syaiful Zohri dan Kasi Haji Kemenag Kabupaten Bangka H A Zakwan, Kabag Humas PDE dan Santel Setda Bangka Boy Yandra dan Staf Pemkab Bangka.

Burung tersebut dibeli oleh bupati langsung di Pasar Burung Jalan Trem Pangkalpinang. Pelepasan burung ke alam bebas ini untuk menjaga kelestarian hewan asli Bangka yang sekarang sudah mulai punah.

"Ini salah satu upaya kita, saya mampir lihat burung yang bisa dibeli di Pangkalpinang. Kita beli Jalak Batu dan Perbak ada 33 ekor. Kita sudah pesen monyet, burung elang, Pergem dan beberapa jenis burung. Ini sudah mereka siapkan. Mudah-mudahan bisa dilepas di hutan wisata ini," jelas Tarmizi kepada bangkapos.com.

Dia berharap generasi muda di Kabupaten Bangka bisa melihat burung khas Bangka agar tidak punah. Untuk itu diharapkan masyarakat bisa menjaganya jangan sampai binatang endemik khas Pulau Bangka ini punah.

"Flora dan fauna kita ini bermacam-macam. Agar di sini juga banyak bunyinya berkicau, tempat masyarakat jalan kaki dan ada taman bacaan masyarakat. Itu saja niatnya agar hutan ini bisa dihuni satwa langka yang ada di Kabupaten Bangka," ungkap Tarmizi.

Diakuinya, Pasar Burung di Jalan Trem Pangkalpinang masih menjual burung-burung khas Bangka seperti Burung Prit, Pergem, Perbak dan lainnya. Pemkab Bangka masih menginventarisir binatang yang dibutuhkan untuk mengisi Hutan Wisata Sungailiat.

"Kecuali yang sudah dilarang seperti Mentilin, Kukang agak sulit dicari tapi burung-burung lain kita upayakan untuk dibeli dan kita lepas disini," kata Tarmizi.

Ia sengaja mengundang Pengurus MUI Kabupaten Bangka Ustadz H Syaiful Zohri dan H Zakwan untuk mendoakan agar hutan wisata menjadi rumah bagi satwa khas Bangka. Dia berharap Hutan Wisata Sungailiat bisa dibenahi menjadi destinasi wisata dan edukasi yang nyaman untuk masyarakat.

Tarmizi tak memungkiri beberapa satwa khas Bangka sudah mulai punah karena banyak diburu, hutan banyak dibabat untuk tambang dan kebun sawit sehingga tempat hewan untuk berkembang biak semakin sulit.

"Dengan ada hutan yang kita jaga ini kita isi dengan satwa-satwa khas Bangka agar mereka bisa berkembang biak," harap Tarmizi.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved