Buni Yani Tersangka

Polri Tetapkan Buni Yani sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Penghasutan

Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani, pengunggah ulang video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai tersangka.

Polri Tetapkan Buni Yani sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Penghasutan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terlapor kasus dugaan pengeditan video Ahok, Buni Yani (tengah) bersama pendukungnya, seperti Munarman menggelar jumpa pers di Jakarta, Senin (7/11/2016). Buni Yani membantah telah melakukan pengeditan video serta menyayangkan komentar dari pihak kepolisian yang menyebutkan dirinya berpotensi menjadi tersangka meskipun belum pernah diperiksa. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani, pengunggah ulang video pidato Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai tersangka.

Ia dijadikan tersangka terkait dengan dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait SARA.

"Hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, hasil konstruksi hukum, pengumpulan alat bukti, penyidik dengan bukti permulaan yang cukup menetapkan yang bersangkutan kita naikan statusnya menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Awi Setiyono, Rabu (23/11/2016)

Buni Yani diperiksa penyidik Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016).

Pria yang mengaku dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta itu kini tak jarang dipanggil penyidik Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Di Bareskrim Polri, Buni menjadi saksi atas kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sementara di Polda Metro Jaya, dirinya menjadi terlapor penyebar kebencian karena mengunggah pidato Ahok yang belakangan menjadi pemicu demo 4 November lalu.

Selain itu, di Polda Metro Jaya, Buni Yani juga menjadi pelapor untuk pencemaran nama baiknya.

Menurut kuasa hukumnya, status Buni Yani sebagai terlapor seharusnya gugur karena Ahok sudah menjadi tersangka.

Alasan Unggah Video

Halaman
12
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved