Sepenggal Kisah Buni Yani, Dulu Pendukung Jokowi-Ahok yang Kini Berseberangan

Ia mengaku berubah pandangan terhadap gubernur asal Bangka Belitung tersebut sejak April 2016, ketika ia menganggap tim Ahok memainkan isu SARA

Sepenggal Kisah Buni Yani, Dulu Pendukung Jokowi-Ahok yang Kini Berseberangan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka pencemaran nama baik dan penghasutan Buni Yani 

BANGKAPOS.COM--Setelah diperiksa sebagai saksi terlapor oleh penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka.

Buni Yani diancam dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 28 ayat 2 UU NO 11 tentang ITE dan  pasal 45 ayat 2 UU NO 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sejak video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diunggah ke media sosial oleh Buni Yani, sosok ini menjadi pembicaraan banyak orang.

Baca: Inilah Tujuh Fakta Mengenai Penetapan Tersangka Buni Yani

Buni Yani lahir di Lombok, 16 Mei 1969. Menyelesaikan strata Sarjana di Fakultas Sastra Inggris Universitas Udayana, Bali, tahun 1993, ia kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan S-2 di Ohio University dan lulus pada 2002.

Ia mendapatkan gelar Master of Arts dalam studi Asia Tenggara dari Ohio University.

Sejak 2010 Buni kuliah S-3 di Universitas Leiden, Belanda. Saat ini sedang menyusun disertasi dan belum selesai.

Selain itu mantan wartawan ini menjadi peneliti di Faculty of Social and Behavioral Sciences, Institute of Cultural Anthropology and Development Sociology, Universitas Leiden.

Baca: Kisah Meliani, Melawan Bully dengan Jilbab dan Musik Metal

Buni telah aktif sebagai wartawan sejak sebelum berangkat ke Amerika Serikat. Dari 1996 hingga 1999 ia bekerja sebagai jurnalis untuk Australian Associated Press (AAP) dan sering menulis tentang isu-isu terkait Asia Tenggara.

Saat tinggal di Amerika Serikat, pria yang tinggal di Depok, Jawa Barat, ini juga pernah menjadi jurnalis untuk Voice of America (VOA).

Buni diketahui bekerja sebagai dosen di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, sejak 2004. Namun ia segera mengundurkan diri setelah mendapat ancaman yang dialamatkan kepadanya melalui kampus.

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved