Anggita Sari Kantongi Berbagai Jenis Psikotropika Agar Bisa Tidur Nyenyak

Polisi menemukan berbagai jenis psikotropika di kamar tidur dan dompet Anggita Sari.

Tribunnews/Jeprima
Model Anggita Sari saat ditemui seusai menjadi bintang tamu pada acara 'Rumpi:No Secret' di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2016). Anggita Sari buka-bukaan soal Tyas Mirasih yang belakangan jadi seterunya pada kasus prostitusi online. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Seminggu setelah kasus penganiayaan yang menimpa dirinya, Anggita Sari kini justru ditangkap polisi.

Ternyata kasus penangkapan ini tak terkait dengan kasus penganiayaan sebelumnya.

Anggita Sari ditangkap gara-gara kasus narkoba.

Baca: Model Cantik Anggita Sari Bilang Mau Tobat Saat Diburu Wartawan

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap model seksi ini pada Kamis (24/11/2016) dini hari tadi atas kepemilikan psikotropika.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung membenarkan kalau telah dilakukan penangkapan pada Anggita Sari.

Baca: Kekuatan Viral Netizen Paksa Anggota Polres Dumai Minta Maaf pada Penjual Roti Ini

Menurutnya, ketika dilakukan penggerebekan di rumah Anggita di Graha Bintaro, Tangerang Selatan, sekitar pukul 00.30, ditemukan berbagai jenis psikotropika, yaitu merlopam, valdimex, calmet, alprazolam, dan xanax yang disimpan di kamar tidur dan dompetnya.

"Setelah dilakukan tes urine ternyata tersangka terbukti mengunakan tiga macam narkotika jenis metamphetamine, amphetamine, dan benzodiazepines," kata Vivick di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis sore.

Ketika dilakukan penangkapan, Anggita ada di rumah bersama kedua orangtuanya.

Baca: Dihamili Pengusaha, Model Majalah Dewasa Curhat Sampai Sebut Nama Tuhan

Ia mengaku menggunakan obat-obatan itu agar bisa tidur dan menenangkan pikiran.

Kendati demikian, Anggita maupun keluarganya tidak bisa menunjukkan resep atas obat-obat tersebut dan rekam medis Anggita.

"Kita lihat nanti hasil assessment dokter apakah bisa direhabilitasi sesuai permintaan keluarganya," kata Vivick.

Anggita terancam dikenakan Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana paling lama lima tahun.

Editor: fitriadi
Sumber: Tabloidnova.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved